Masih Terkonsentrasi di Batam, Perbankan Diminta Perluas Pembiayaan di Kepri

Suku bunga acuan 2024
Kasir merapikan setumpuk uang rupiah di money changer, Jakarta. Foto: REUTERS

OJK mencatat kredit Kepri tumbuh melampaui nasional. Penyaluran di luar Batam masih perlu diperluas.

BATAM (gokepri) – Pertumbuhan kredit perbankan di Kepulauan Riau melampaui rata-rata nasional hingga Juni 2026, namun sebagian besar pembiayaan masih terkonsentrasi di Kota Batam. OJK meminta perbankan memperluas penyaluran kredit ke kabupaten dan kota lain agar manfaat pertumbuhan ekonomi lebih merata.

Kinerja industri perbankan di Kepulauan Riau hingga Juni 2026 tetap menunjukkan tren positif. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pertumbuhan aset, dana pihak ketiga (DPK), dan kredit melampaui rata-rata nasional dengan kualitas kredit yang tetap terjaga.

Baca Juga: Nilai Transaksi Kripto Tembus Rp28,58 Triliun

Kepala OJK Provinsi Kepulauan Riau Sinar Danandjaya mengatakan capaian tersebut menunjukkan kondisi perbankan daerah tetap sehat di tengah pertumbuhan intermediasi yang kuat.

“Kami apresiasi kinerja yang membuat perbankan tetap sehat, tumbuh positif, dan memiliki tingkat risiko yang terjaga,” kata Sinar, Kamis, 6 Agustus 2026.

Berdasarkan data OJK per Juni 2026, total aset bank umum di Kepulauan Riau tumbuh 12 persen secara tahunan menjadi Rp114,1 triliun.

Penghimpunan DPK juga naik 11,78 persen menjadi Rp110,1 triliun. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan DPK nasional yang mencapai 10,21 persen.

Di sisi intermediasi, penyaluran kredit meningkat 38,01 persen menjadi Rp118,3 triliun. Pertumbuhan itu hampir tiga kali lipat dibandingkan pertumbuhan kredit nasional sebesar 12,67 persen.

Meski penyaluran kredit meningkat pesat, kualitas pembiayaan tetap terjaga. Rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) tercatat 1,03 persen, lebih rendah dibandingkan NPL nasional sebesar 2,09 persen.

Kredit Masih Bertumpu di Batam

Di balik pertumbuhan tersebut, OJK menilai distribusi kredit masih belum merata. Sekitar 76,9 persen atau senilai Rp90,98 triliun dari total kredit di Kepulauan Riau masih mengalir ke Kota Batam.

Karena itu, OJK meminta perbankan mulai mengoptimalkan potensi ekonomi di kabupaten dan kota lain agar akses pembiayaan lebih merata.

“Penyaluran kredit jangan hanya terpusat di Batam, tetapi juga perlu diperluas ke kabupaten dan kota lain agar manfaat pembiayaan dirasakan lebih merata,” ujar Sinar.

OJK juga mendorong perbankan memperbesar pembiayaan kepada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Hingga Juni 2026, kredit UMKM tumbuh 6,94 persen dengan rasio NPL sebesar 2,59 persen. Namun, porsinya baru mencapai 14,5 persen dari total penyaluran kredit di Kepulauan Riau.

Selain memperluas pembiayaan, perbankan diharapkan mendampingi pelaku UMKM melalui pelatihan, peningkatan kapasitas usaha, serta fasilitasi kemitraan dengan pembeli maupun pemasok.

OJK menilai penguatan sektor produktif, khususnya UMKM dan pemerataan kredit di luar Batam, akan menjadi faktor penting untuk menjaga pertumbuhan ekonomi Kepulauan Riau pada periode berikutnya. ANTARA

Baca Juga: Batam Dominasi Penyaluran Pembiayaan di Kepri, OJK Minta Industri Perkuat Tata Kelola

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait