Pertarungan Generasi Kedua

Caleg muda di Kepri
Grafis: Candra Gunawan/gokepri

Trah para petinggi partai di Batam menjadi calon legislatif. Jumlahnya lebih banyak dibanding pemilihan 2019. Ada anak mantan wakil gubernur, mantan wakil walikota hingga anak walikota. Menandai skenario lahirnya tunas-tunas baru kepemimpinan politik lewat generasi kedua.

Penulis: Engesti, Muhammad Ravi dan Asrul Rahmawati
Batam

Putra Yustisi Respaty terlihat rapi siang itu. Mengenakan kemeja batik hitam lengan pendek, rambutnya klimis disisir ke kiri. “Kalau memang anak muda punya gagasan cerdas, terjunlah ke politik agar bisa merealisasikan ide mereka. Sebab politik adalah jembatan perubahan,” ujarnya, akhir Maret lalu.

HBRL

Anak ketiga Soerya Respationo itu adalah anggota DPRD Kota Batam dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Ia anggota DPRD Batam termuda. Ketika terpilih pada pemilihan legislatif 2019, usianya 29 tahun. Ia akan bertarung lagi di daerah pemilihan Batam 1 yang meliputi Kecamatan Lubukbaja dan Batam Kota.

Soerya Respationo, ayahnya, menjabat Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Kepri. Soerya juga tokoh besar yang punya karier panjang dalam perjalanan provinsi ini. Ketua Tim Pembentukan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan bebas Batam pada tahun 2000 serta wakil ketua pembentukan provinsi Kepri, mantan wakil ketua DPRD Batam 2000-2004 hingga wakil gubernur Kepri 2010-2015.

Baca Juga:

Ibunda Putra, almarhum Rekaveny Soerya, mantan anggota DPRD Batam. Paman Putra, Widiastadi Nugroho, juga legislator; Wakil Ketua III DPRD Kepri. Bakat politik Putra karena sosok Soerya dan sang Ibu. Setelah meraih gelar Diploma Manajemen Bisnis dari Singapore Institute of Management (SIM), Singapura, ia langsung direkrut PDIP. Ia saat itu menjabat pengurus PDIP di PAC Batam Kota pada 2017.

Pria kelahiran 15 September 1990 ini mengaku aktif dalam kegiatan politik dengan belajar politik dari keluarga. Putra memang tak nihil pengalaman, ia kerap kelihatan ketika kampanye akbar termasuk ketika Pemilihan Presiden 2019 mendampingi Soerya. “Dari kecil keluarga saya itu keluarga politik. Saya tidak tahu apa-apa tapi lama-lama masuk dalam diri partai PDIP dan saya akhirnya belajar di sana,” kata dia.

Putra Yustisi Respaty. Foto: gokepri/Engesti

Untuk membiayai kebutuhan politiknya, Putra enggan menyebut nilainya tapi ia menyiapkan sendiri dananya. “Saya ini fokusnya dulu pengusaha. Untuk dana, saya pastikan sendiri. Kalau ada orang tua bantu, itu hanya berapa,” kata dia. Dari keluarga elite partai tak serta-merta membuat Putra mendapat kemudahan ketika terjun ke poliitk “Saya gabung di sayap partai pada awal-awal. Meski saya anak ketua partai saya tidak dikasih enak. Prosesnya ada dan panjang,” jelasnya.

Putra menyatakan anti terhadap politik uang. Menurutnya cara itu merupakan cara kuno dan tidak mendidik. Cara yang paling elegan adalah dengan mengutamakan dialog dan diskusi. “Politik yang tidak mendidik itu harus dihindari. Money politic itu dilarang. Kami menyikapinya dengan tidak memberi,” kata dia.

Skenario regenerasi kepemimpinan trah Soerya tak hanya diemban Putra seorang. Ada putri kedua Soerya yakni Dwi Ajeng Sekar Respaty. Sekar, akan bertarung dalam pemilihan anggota DPD RI. Ia adalah satu-satunya calon perempuan dari daerah pemilihan Kepri. “Saya memilih jalur perseorangan,” ujar Sekar awal Februari 2023. Sekar memilih mundur dari kepengurusan PDIP Kepri agar bisa menjadi calon DPD.

Putra dan Sekar hanya dua di antara sejumlah keturunan elite partai yang akan maju menjadi calon legislator pada pemilihan 2024. Masih ada nama Abdurrachman Zhafir, putra anggota DPD RI, mantan wakil walikota Batam dan mantan ketua Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Batam Ria Saptarika; Jelvin Tan, putra Bendahara Nasdem Batam dan anggota DPRD Batam Lik Khai; Muhammad Syahid Ridho, putra Ketua Fraksi PKS dan anggota DPRD Batam Amri Bedu; Randi Zulmariadi, putra Ketua DPW Nasdem Kepri sekaligus Walikota Batam-Kepala BP Batam, Muhammad Rudi.

Syahid Ridho, 30 tahun, setali tiga uang dengan Putra yang sudah berhasil duduk di parlemen. Ridho ketika terpilih empat tahun lalu berusia 27 tahun. Ia adalah anggota DPRD Kepri 2019-2024. “Secara nasional sudah banyak anak muda yang mengambil ruang-ruang politik. Saya kira di Kepri sudah dimulai, bermunculan nama-nama dan figur-figur (muda). Ini saya kira sesuatu yang sangat bagus, harapannya semakin banyak, semakin memberi warna dan nilai baru di Kepri,” ujar Ridho, pekan lalu.

Sedangkan Abdurrachman Zhafir baru akan dicalonkan PKS untuk daerah pemilihan Sekupang-Belakangpadang. Ia ditempatkan di daerah pemilihan tempat tinggal keluarganya. Baliho Zhafir terpasang di simpang Tiban Center. Untuk menggaet calon pemilih, pria lulusan Trisakti ini aktif mengisi ceramah. Zhafir tercatat lulusan Manajemen Trisakti dan Komunikasi Politik Universitas Paramadina. “Insyaallah akan maju untuk DPRD Kota Batam dapil Sekupang dan Belakangpadang,” ujar Zhafir melalui pesan singkat, pekan lalu. Zhafir mengaku belum siap diwawancara lebih jauh soal langkah politiknya dan regenerasi politik generasi kedua.

Baliho Abdurrachman Zhafir di simpang Tiban Center. Foto: gokepri/Candra Gunawan

Jelvin Tan, akan dicalonkan di daerah pemilihan yang sama dengan Putra, Lubukbaja-Batam Kota atau Batam 1. Dapil yang sama pula dengan ayahnya, Lik Khai. NasDem, partai Lik Lhai, meraih dua kursi di dapil ini. Lik Khai peraih suara terbanyak 6.860 suara.

Hanya saja Jelvin belum bisa memastikan apakah akan mendapat tiket dari partai meski ayahnya adalah pengurus NasDem dan ia menjabat Wakil Ketua Hukum dan HAM NasDem Batam. “Saya ingin membawa perubahan, salah satunya soal perizinan,” ujar pria lulusan S2 Hukum dari Universitas Internasional Batam (UIB) ini.

Jelvin yang berprofesi sebagai advokat, tak nihil pengalaman di politik. Ia aktif ikut kegiatan ayahnya sejak tiga tahun terakhir. Terutama ketika ayahnya jatuh sakit akibat Covid-19 pada awal pandemi. Jelvin banyak mendengar kebutuhan dan aspirasi masyarakat karena banyak menangani kegiatan Lik Khai. “Dengan latar belakang keluarga yang sudah terjun ke dunia politik, saya merasa terpanggil untuk berbuat banyak lagi untuk kepentingan masyarakat,” ungkap Jelvin, pekan lalu.

Caleg muda di Kepri
Jelvin Tan. Foto: gokepri/Engesti

“Darah Biru” yang juga akan bertarung adalah Randi Zulmariadi. Ia baru aktif muncul di publik lewat berbagai kegiatan sejak menjabat Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Batam. Termasuk saat kegiatan ceramah Ustaz Abdul Somad di Batuaji yang menghadirkan ribuan orang. Tahun lalu, baliho yang menampilkan wajahnya sempat dipasang di jalan-jalan dengan logo partai NasDem.

Randi belum menjawab akan dicalonkan daerah pemilihan mana. Ia hanya mengatakan akan maju dalam pemilihan legislatif 2024. Namun menurut sumber gokepri bercerita, Randi akan dicalonkan maju dalam pemilihan anggota DPRD Batam.

“Kalau keinginan pasti ada, karena saya melihat keterwakilan anak muda saat ini masih minim di Batam. Kami pemuda harus memahami politik dan terlibat di dalam arah pembangunan kota Batam. Persiapan berjalan saja apabila nanti tiba waktunya akan saya sampaikan,” kata Randi, pekan lalu.

Randi Zulmariadi (kanan) bersama Ustaz Abdul Somad dan Ketua KNPI Kepri Teddy Nuh. Foto: KNPI

Menurut Randi, sudah saatnya anak muda bergerak terlibat dalam arah pembangunan Kota Batam ke depan. Sebab, generasi muda yang nanti akan meneruskan estafet pemerintah dan mewujudkan Batam menjadi kota modern. “Orang tua memang memiliki pengalaman, tetapi pemuda memiliki energi dan mimpi,” kata dia. Ia juga meminta anak muda jangan anti politik. Sebab segala aspek kehidupan ditentukan oleh politik. Ia juga mengajak pemuda Batam dapat mengawal pembangunan Kota Batam.

Randi adalah putra dari Muhammad Rudi dan Marlin Agustina. Rudi adalah Walikota Batam-Ex Officio Kepala BP Batam yang juga Ketua DPW NasDem Kepri. Sedang Marlin menjabat Wakil Gubernur Provinsi Kepulauan Riau.

Mungkin masih kaku, Randi terkesan menghindari wawancara langsung. Ia menjawab permintaan wawancara melalui ajudannya yang bernama Bastian pada Jumat pekan lalu. Bastian meneruskan daftar pertanyaan yang diajukan gokepri melalui pesan Whatsapp, kemudian mengirim jawaban Randi melalui pesan Whatsapp-nya lagi.

***

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Baca Juga: 

Pos terkait