INFOGRAFIS PILKADA KEPRI: Gelanggang Tiga Sekawan

Pilkada Kepri 2020
Kandidat Pilkada Serentak 2020 di pemilihan gubernur Kepri. (Grafis: gokepri/cg)

Batam (gokepri.com) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan tiga pasangan calon gubernur Kepri yang bertarung dalam Pilkada Serentak 2020. Semua calon Kepri 1 masih wajah lama; Soerya Respationo, Isdianto dan Ansar Ahmad.

Menurut penelusuran Gokepri, tiga calon itu pernah dalam gerbong politik yang sama dengan satu pusaran: PDI Perjuangan. Soerya Respationo berpasangan dengan Ansar Ahmad tatkala pemilihan gubernur Kepri lima tahun lalu. Pasangan PDIP dan Golkar ini kalah dari alhmarhum Muhammad Sani dan Nurdin Basirun. Saat itu, Soerya-Ansar meraih 46,76% suara atau sekitar 305 ribu suara. Dalam Pilkada 2020, Soerya dan Ansar menjadi rival, setelah lima tahun lalu menjadi kawan politik.

Isdianto juga pernah sejalan seirama dengan PDIP dan Soerya. Diangkat jadi Wakil Gubernur Kepri tanpa dipilih rakyat lewat pemilihan, Isdianto lalu bergabung ke PDIP. Ketua DPD PDIP Kepri Soerya Respationo memberikan Isdianto jabatan Ketua Dewan Pertimbangan PDIP Kepri sejak April 2018. Keduanya kini juga menjadi rival meski pernah satu gerbong sejak Isdianto mendeklarasikan diri sebagai calon gubernur. Soerya sempat menyorongkan Isdianto sebagai wakilnya tapi akhirnya mereka pisah jalan.

Mereka bersama pasangannya pun kini mulai berkontestasi selama masa kampanye hingga 5 Desember 2020 demi meraih simpati rakyat. Seperti apa profil mereka?

SOERYA RESPATIONO-IMAN SUTIAWAN

Soerya Respationo dan Iman Sutiawan. (Grafis: gokepri/cg)

Pasangan ini diusung PDIP, Gerindra, dan Partai Kebangkitan Bangsa. Koalisi ini meraih 15 dari total 45 kursi di DPRD Kepri.

Soerya adalah Ketua DPD PDIP Kepri. Ia pernah menjabat Wakil Gubernur Kepri periode 2012-2015 bersama Gubernur (alm) Muhammad Sani.

Karier politik Soerya diawali dengan menjadi anggota DPRD Kota Batam yang mengantarkannya menjadi Wakil Ketua DPRD Kota Batam tahun 2000-2004. Selain itu Soerya juga menjadi Wakil Ketua Pengurus cabang KAGAMA (Keluarga Alumni Universitas Gajamada), Batam, tahun 1994-2004. Dia menjabat sebagai Ketua Tim Pembentukan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam, tahun 2000, serta Wakil Ketua Pembentukan Provinsi Kepri. Ia sudah tiga kali mencalonkan diri dalam Pilkada.

Sedangkan Iman Sutiawan adalah Ketua DPD Gerindra Batam. Ia juga menjabat Ketua DPD Gerindra Kepri setelah ketua sebelumnya, Syahrul wafat pada 28 April 2020.

Ia terpilih lagi pada Pileg 2019 setelah menjabat Wakil Ketua III DPRD Batam pada periode 2014-2019.

Iman meraih kursi DPRD Batam pada Pileg 2019 dari daerah pemilihan Belakangpadang-Sekupang. Ia juga mendapat kursi Wakil Ketua III. Iman meraih 7.648 suara tahun lalu dan legislator peraih suara terbanyak kedua setelah Hendra Asman (Golkar, 7.682 suara).

ISDIANTO-SURYANI

Isdianto dan Suryani. (Grafis: gokepri/cg)

Pasangan ini diusung Partai Keadilan Sejahtera, Hanura dan Demokrat.

Isdianto adalah petahana Gubernur Kepri dan adik kandung Muhammad Sani, gubernur Kepri dua periode sebelumnya.

Kariernya cukup unik karena menjadi gubernur tanpa melalui Pilkada. Ia dilantik Presiden Joko Widodo pada 28 Juli 2020. Sebelumnya ia menjabat Plt Gubernur Kepri sejak Nurdin Basirun jadi terpidana kasus gratifikasi reklamasi. Isdianto juga sempat menjadi Wakil Gubernur sejak 2018. Sebelum wakil gubernur, Isdianto pernah menjabat Kepala Dinas Pendapatan Kepri.

Tak pernah mengikuti Pilkada, Isdianto juga baru tercatat bergabung ke partai politik sejak menjabat wakil gubernur. Ia adalah pengurus PDIP Kepri tapi kini diusung tiga partai lain, rival PDIP.

Sedangkan Suryani adalah politikus Partai Keadilan Sejahtera. Ia menjabat anggota DPRD Kepri tiga periode terakhir termasuk periode sekarang. Suryani bukan orang baru di kancah politik Kepri.

Ia terpilih tiga periode sebagi DPRD Kepulauan Riau ditambah PAW 3 tahun. Pada periode 2004-2009 untuk menggantikan Ria Saptarika. Lalu terpilih secara langsung periode 2009-2014, 2014-2019, dan 2019-2024. Dan saat ini duduk di Komisi III DPRD Kepri. Daerah pemilihannya adalah Batu Aji; Sekupang; Belakang Padang & Sagulung. Ia meraih 15 ribu suara tahun lalu.

ANSAR AHMAD-MARLIN AGUSTINA

Ansar Ahmad dan Marlin Agustina. (Grafis: gokepri/cg)

Pasangan ini diusung empat partai; Golkar, Nasdem, PAN dan PPP. Total kursinya paling banyak, 17 kursi.

Ansar Ahmad adalah tokoh senior Golkar dan anggota DPR RI. Ia terpilih saat Pileg 2019 daerah pemilihan Kepri dengan suara terbanyak dibanding calon lain. Total suaranya 135.022.

Ia juga Bupati Bintan periode 10 Agustus 2005 hingga 10 Agustus 2015. Ia pernah menjabat sebagai Wakil Bupati Kepulauan Riau (sekarang Kabupaten Bintan, red) periode 17 Januari 2001 hingga 4 November 2003.

Rincian riwayat jabatannya yakni; Wakil Bupati Kepulauan Riau (2001-2003); Plt. Bupati Kepulauan Riau (2003-2004); Bupati Bintan (2005-2010); Bupati Bintan (2010-2015).

Ia juga pernah menjabat Ketua DPD Golkar Kepri sebelum estafetnya dilanjutkan Akhmad Maaruf Maulana. Ansar tetap dapat jabatan sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Golkar Kepri.

Sedangkan Marlin Agustina adalah satu-satunya calon yang dari luar partai. Meski istri dari Wali Kota Batam dan Ketua DPW Nasdem Kepri Muhammad Rudi, Marlin tidak pernah tercatat sebagai pengurus partai.

Selama ini, Marlin lebih dikenal berkat kiprahnya di bidang perempuan, UKM, dan anak dengan aktif sebagai Ketua Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW), Ketua Dekranasda dan Bunda PAUD Kota Batam.

Jauh sebelum tahun politik, ia sudah aktif di bidang perempuan dan anak muda. Selama 10 tahun ia berkiprah di bidang perempuan lewat PKK , GOW dan Dekranasda. Ia juga rajin membina UKM dan menggandeng anak muda lewat batik serta acara fesyen. (can)

Editor: Candra

Baca Juga Topik Politik Lain:

BAGIKAN