NATUNA (gokepri.com) – BPBD Kabupaten Natuna meningkatkan pemantauan di sejumlah titik rawan banjir seiring meningkatnya curah hujan dalam beberapa hari terakhir.
Tim BPBD diterjunkan untuk memastikan kondisi wilayah tetap terkendali serta mengantisipasi potensi bencana akibat cuaca ekstrem.
Kepala Pelaksana BPBD Natuna, Raja Darmika, mengatakan pemantauan difokuskan pada kawasan Simpang Tiga Batu Hitam, Gang Pancur, Batu Hitam, Air Lebay, Jalan Kolonel Pnb. Sumihar Sihotang, Jalan HR Soebrantas Sual, TK Pembina, Jalan Museum Lama, serta sekitar Hotel Natuna.
Baca Juga: BPBD Natuna Imbau Warga Siaga Hadapi Cuaca Ekstrem
“Kami mengecek kondisi infrastruktur, memantau potensi ancaman, dan memberikan edukasi kepada warga agar lebih waspada,” ujar Raja Darmika, Kamis (20/3/2025).
Hasil pemantauan menunjukkan situasi masih aman dan terkendali, meski curah hujan cukup tinggi.
Selain hujan deras, angin kencang juga melanda Natuna selama dua hari terakhir. Akibatnya, atap kamar mandi milik seorang warga di Bunguran Timur mengalami kerusakan akibat terpaan angin kencang pada Rabu (19/3/2025) sore.
“Sekitar pukul 17.00 WIB terjadi cuaca ekstrem di Kabupaten Natuna, khususnya Bunguran Timur. Salah satu MCK warga mengalami kerusakan, namun tidak ada korban jiwa,” jelas Raja Darmika.
BPBD mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati, terutama terhadap potensi pohon tumbang atau bangunan yang tidak kokoh.
Sementara itu, Prakirawan Stasiun Meteorologi Maritim Natuna, Brian Zuhrufi, memprediksi cuaca ekstrem masih berlanjut hingga sepekan ke depan. Hujan dengan intensitas ringan hingga lebat diperkirakan berlangsung hingga 22 Maret 2025, sedikit mereda pada 23 Maret, dan kembali meningkat pada 24–25 Maret.
Selain itu, tinggi gelombang di perairan Natuna diperkirakan 1,25–3,5 meter, bahkan bisa mencapai 4 meter di Laut Natuna Utara.
“Masyarakat perlu waspada terhadap dampak cuaca ekstrem, seperti banjir, tanah longsor, serta peningkatan kecepatan angin dan gelombang tinggi di perairan Natuna,” ujar Brian.
BPBD dan BMKG mengimbau warga yang beraktivitas di laut untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca sebelum berlayar. Selain itu, masyarakat di daerah rawan banjir dan longsor diharapkan tetap waspada terhadap potensi bencana akibat hujan deras yang masih akan terjadi. ANTARA
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News








