JAKARTA (gokepri) — Penyakit jantung struktural kini bisa diatasi dengan metode baru: zero fluoroscopy. Teknik intervensi jantung ini tidak menggunakan sinar-X sehingga bebas risiko radiasi. Prosedur ini diklaim aman untuk anak-anak hingga pasien dengan kondisi khusus, termasuk gangguan ginjal.
Metode ini dijelaskan oleh DR dr Sidhi Laksono, Sp.JP, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah subspesialis kardiologi intervensi di RS Siloam Jantung Diagram Cinere, Jawa Barat, dalam siaran pers Selasa (14/5/2024). Menurut dia, zero fluoroscopy adalah prosedur intervensi non-bedah yang tidak menggunakan sinar radiasi sama sekali.
Dr Sidhi menjelaskan, penyakit jantung struktural adalah gangguan pada struktur anatomi jantung, seperti katup, dinding jantung, atau pembuluh darah besar. Gangguan ini bisa terjadi sejak lahir atau berkembang seiring waktu karena penuaan, infeksi, atau penyakit lain. Berbeda dengan penyakit jantung koroner yang disebabkan penyumbatan pembuluh darah, gangguan struktural memengaruhi fungsi mekanis jantung, misalnya katup bocor atau menyempit, sehingga mengganggu aliran darah.
Salah satu contoh gangguan struktural adalah kebocoran sekat jantung. Gangguan ini kini dapat ditangani tanpa operasi terbuka berkat teknik zero fluoroscopy. Jika prosedur konvensional (fluoroscopy) memerlukan zat kontras untuk melihat struktur jantung, yang berisiko bagi pasien dengan gangguan fungsi ginjal, zero fluoroscopy tidak menggunakan zat kontras.
Prosedur ini mengandalkan pencitraan non-radiasi, yaitu Trans-Esophageal Echocardiogram (TEE), untuk mendapatkan gambaran jantung yang jelas dan akurat secara real-time selama tindakan berlangsung. “TEE memberikan tampilan struktur jantung secara detail, sangat bermanfaat bagi pasien dengan gangguan ginjal karena tidak perlu zat kontras,” ujar dr Sidhi. Ia menambahkan, dengan prosedur ini, paparan radiasi bisa ditekan hingga nol.
Tahapan Prosedur
Sebelum menjalani zero fluoroscopy, pasien akan berkonsultasi dengan tim medis multidisiplin yang terdiri dari dokter spesialis jantung intervensi struktural, dokter spesialis jantung ahli ekokardiografi, dan dokter spesialis anestesi.
Pasien juga perlu berpuasa selama 6 hingga 8 jam sebelum tindakan. Puasa ini diperlukan karena alat TEE akan dimasukkan melalui kerongkongan (esofagus).
Prosedur dimulai dengan pembiusan pasien. Alat TEE kemudian dimasukkan melalui tenggorokan untuk menampilkan struktur jantung secara real-time menggunakan gelombang ultrasonik. Langkah berikutnya, dokter memasukkan kateter melalui pembuluh darah di paha (arteri atau vena femoralis) menuju jantung untuk menutup lubang atau kebocoran. Prosedur intervensi ini biasanya berlangsung selama 1 hingga 2 jam sejak anestesi diberikan.
Setelah tindakan, pasien menjalani rawat inap total selama lima hari, yaitu dua hari sebelum prosedur dan tiga hari sesudahnya. Pasien juga akan mendapatkan antibiotik jika diperlukan untuk mencegah infeksi.
Prosedur intervensi dengan teknik zero fluoroscopy minim efek samping serius karena tidak menggunakan radiasi, sehingga lebih aman bagi pasien maupun tenaga medis. Efek samping yang mungkin muncul bersifat ringan dan lazim dalam prosedur medis, seperti mual atau muntah akibat anestesi.
Dr Sidhi menyebut, RS Siloam Jantung Diagram Cinere merupakan rumah sakit khusus jantung yang didukung tim dokter berpengalaman dan teknologi terkini. Ia menyatakan rumah sakit tersebut menjadi salah satu dari sedikit rumah sakit di Indonesia yang sudah rutin melakukan prosedur zero fluoroscopy, prosedur tanpa radiasi yang aman dan nyaman bagi pasien, dan ditangani langsung oleh tenaga medis yang ahli di bidangnya. ANTARA
Baca Juga: Pasien Jantung Akut Jangan Naik Pesawat, Mudik Bisa Berisiko Komplikasi
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News








