Disnaker Batam menggelar pelatihan perdana penyandang disabilitas. Program menyiapkan kompetensi kerja dan peluang usaha.
BATAM (gokepri) — Dinas Tenaga Kerja Kota Batam mulai menggelar pelatihan kewirausahaan bagi penyandang disabilitas untuk pertama kalinya. Program itu hadir di tengah kebutuhan dunia usaha terhadap tenaga kerja disabilitas yang masih belum terpenuhi.
Sebanyak 136 peserta mengikuti pelatihan yang menjadi bagian dari program perluasan kesempatan kerja sekaligus mendukung Program Prioritas Nomor 7 Wali Kota Batam di bidang peningkatan kualitas tenaga kerja.
Baca Juga: Imigrasi Batam Buka Layanan Khusus Disabilitas di Engku Putri
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Batam Yudi Suprapto mengatakan pelatihan tersebut dirancang untuk meningkatkan kompetensi penyandang disabilitas agar memiliki daya saing di dunia kerja maupun kesempatan membangun usaha sendiri. “Ini pertama kali dilaksanakan di Batam, pelatihan untuk penyandang disabilitas,” kata Yudi.
Menurut dia, pelatihan juga menjadi ikhtiar pemerintah daerah membantu penerapan ketentuan yang mewajibkan perusahaan swasta mempekerjakan sedikitnya satu persen tenaga kerja penyandang disabilitas.
Kewajiban itu, kata Yudi, memerlukan dukungan sumber daya manusia yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan industri. Karena itu, peserta dibekali kemampuan yang dapat langsung diterapkan di dunia kerja maupun sektor usaha mandiri.
“Kami ingin meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta sekaligus mendorong kesempatan kerja yang inklusif,” ujarnya.
Dari 136 peserta, sebanyak 95 orang merupakan penyandang disabilitas. Sisanya adalah pendamping, termasuk anggota keluarga yang ikut mendukung proses pelatihan.
Peserta berasal dari berbagai ragam disabilitas, mulai fisik, sensorik, hingga motorik. Sejumlah peserta mengikuti kegiatan dengan kursi roda maupun alat bantu jalan.
Disnaker menyiapkan delapan bidang pelatihan sesuai kebutuhan pasar kerja. Pelatihan meliputi tata boga yang diikuti 16 peserta, salon kecantikan 15 peserta, hidroponik buah 23 peserta, operator komputer 18 peserta, barista UMKM 17 peserta, housekeeping dan laundry 16 peserta, pangkas rambut 14 peserta, serta digital marketing 17 peserta.
Seluruh pelatihan berlangsung di lembaga pelatihan kerja yang telah ditunjuk dan ditargetkan rampung pada November 2026.
Yudi berharap peserta mengikuti seluruh rangkaian pelatihan secara disiplin sehingga keterampilan yang diperoleh dapat menjadi bekal bekerja maupun berwirausaha.
Ketua Tim Bidang Tenaga Kerja Disabilitas Kementerian Ketenagakerjaan Asrian Darma Saputra menilai Batam termasuk daerah yang aktif memperluas kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas.
“Kegiatan ini merupakan bentuk nyata untuk mewujudkan kesempatan kerja yang setara,” kata Asrian.
Menurut dia, keterbatasan fisik tidak semestinya menjadi hambatan untuk bekerja ataupun mengembangkan potensi. Karena itu, pelatihan seperti ini diharapkan menjadi jembatan agar penyandang disabilitas lebih mudah memasuki pasar kerja maupun membangun usaha secara mandiri.
Program pelatihan akan berlangsung hingga November mendatang. Pemerintah Kota Batam berharap peningkatan kompetensi peserta ikut memperkuat pasar kerja yang lebih inklusif dan membuka lebih banyak kesempatan bagi penyandang disabilitas. ANTARA
Baca Juga: 84 Perusahaan di Batam Serap 200 Lebih Pekerja dengan Disabilitas
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









