Batam (gokepri.com) – Sekolah penggerak SMPN 12 Batam menggelar puncak kegiatan Roots Day Deklarasi Anti Perundungan yang diselenggarakan di Sanggar Seni Sekolah, Kamis 11 November 2021.
Puncak kegiatan Roots Day ini juga diselaraskan dengan peringatan Hari Pahlawan dalam upaya mengenang jasa para pahlawan dan rasa cinta kepada NKRI, serta menumbuhkan semangat juang di kalangan para pelajar.
Kegiatan ini dihadiri Pengawas Disdik Kota Batam, M Nainggolan SPd dan disaksikan ratusan pelajar serta seluruh guru di SMPN 12 Batam. Acara ini juga langsung live streaming serta mendapat sambutan positif dari masyarakat dan para orang tua siswa.
Sebelum acara dimulai ke-25 peserta agen perubahan bersama para siswa mengadakan pawai dengan memakai bermacam busana mulai dari pakaian adat, pakaian perang, pakaian TNI, dokter, dan lainnya. Yang diawali pawai dari pintu gerbang menuju ke panggung acara sambil disambut tepukan meriah oleh para siswa yang telah menanti di arena acara.
Kegiatan Acara Roots Day ini diisi dengan berbagai hiburan hasil kreativitas para siswa mulai dari tari tarian, drama kolosal, nyanyian duit dan solo, serta hiburan lainnya. Acara diakhiri dengan penyematan selendang bagi tiga duta pilihan anti perundungan dan ditutup dengan pengucapan deklarasi anti perundungan oleh 25 agen perubahan.
Usai acara Pengawas Disdik Kota Batam, M Nainggolan SPd, mengatakan acara penutupan Roots Day dinilinya cukup luar biasa. Dan diharapkan ke-25 duta anti perundungan dapat mensosialisaisakan kepada kawan lainnya akan bahaya perundungan dan kedepannya SMPN 12 Batam benar-benar bebas dari kasus perundungan.
Sementara Kepala Sekolah Penggerak SMPN 12, Dra Nurmi, MM, berharap seluruh warga sekolah penggerak SMPN 12 Batam berkomitmen pada deklarasi anti perundungan yang telah mereka ucapkan menjadikan sekolahnya itu bebas dari segala prundungan atau bullying. Apalagi ke-25 siswa yang menjadi agen perubahan ini telah diberi bimtek selama 10 pertemuan, menjadikan mereka sangat paham akan tugas sebagai agen perubahan di sekolah
Pada kesempatan yang sama Waka Kesiswaan, Kumalasari, SPd bersama tiga Duta Anti Perundungan. Mereka berkomitnen untuk mensosialisasikan kepada para pelajar lainnya akan bahaya perundungan. Di samping itu juga akan mengkampanyekan anti perundungan ini, sehingga sekolahnya itu benar-benar bebas dari kasus perundungan. (aat)








