Batam (Gokepri.com) – Grup Singapore Airlines (SIA) memutuskan untuk menunda belanja modal pesawat baru Airbus dan Boeing hingga beberapa tahun ke depan. Aksi bisnis ini memperhitungkan penurunan permintaan perjalanan udara akibat pandemi Covid-19.
SIA telah mencapai kesepakatan dengan Airbus dan Boeing untuk merevisi jadwal pengiriman pesawatnya. Akibatnya, beberapa pesawat pesanan Grup SIA akan dikirimkan dalam jangka waktu yang lebih lama dari yang semula dijadwalkan, dengan runtutan jadwal pengiriman lebih dari lima tahun.
Dengan kesepakatan ini, SIA merevisi belanja modal senilai USD4 miliar untuk tahun fiskal dua tahun ke depan bahkan kemungkinan lebih lama lagi.
Korporasi ini akan menghitung ulang kapasitas armada, menyusul penurunan permintaan perjalanan udara akibat pandemi Covid-19.
Meski menunda pengiriman pesawatnya, SIA tetap mampu merespons perubahan dalam perhitungan kebutuhan armada jangka panjangnya setelah tahun fiskal 2025-2026 dengan mengkonversi 14 pesawat Boeing 787-10 menjadi 11 pesawat Boeing 777-9 tambahan.
“Perjanjian dengan Airbus dan Boeing adalah bagian penting dari strategi kami untuk mengatasi gangguan yang disebabkan oleh pandemi Covid-19. Hal ini memungkinkan kami untuk menunda belanja modal dan melakukan perhitungan ulang standar penambahan kapasitas, menyeimbangkan keduanya dengan proyeksi pemulihan untuk perjalanan udara internasional,” kata Chief Executive Officer Singapore Airlines Goh Choon Phong dalam rilis pers yang diterima Gokepri.com, Selasa (9/2/2021).
“Pada saat yang sama, hal itu mempertahankan komitmen kami untuk mengoperasikan pesawat generasi terbaru yang akan memungkinkan Grup SIA terus menawarkan kenyamanan yang lebih baik dan produk inovatif kepada pelanggan, untuk lebih mendorong efisiensi pengoperasian, dan mendukung upaya berkelanjutan untuk menurunkan emisi karbon. Ini akan membantu memperkokoh posisi kami dalam memimpin industri penerbangan saat pulih dari pandemi. ”
Sebagai informasi, Sebagai hasil dari perjanjian tersebut, proyeksi belanja modal selama periode Tahun Fiskal 2020 / 2021 – 2024 / 2025 direvisi sebagai berikut:

(Can)
|Baca Juga:
PENAMBAHAN MODAL: Singapore Airlines Raih USD850 Juta dari Obligasi Konversi









