Natuna (gokepri.com) – Gedung Kebudayaan Kabupaten Natuna atau Museum Natuna sudah hampir rampung dibangun tapi gedung megah berlantai dua tersebut sudah mulai terlihat bocor.
Berdasarkan pantauan pada Rabu 15 Desember 2021, terdapat sejumlah titik genangan dan bekas genangan air di lantai dua dan lantai dasar gedung.
Akibat kebocoran ini terlihat juga sejumlah keramik dan beberapa fasilitas lainnya mengalami perubahan warna. Keramik yang tadinya berwarna putih krem berubah menjadi hitam dan kecokelatan karena tergenang air.
Selain bocor, tampak juga kerusakan di sejumlah plafon bangunan. Kerusakan itu berupa plafon ambruk dan ada juga yang masih menempel tapi terlihat seperti mau ambruk. Sementara di bagian luar gedung, terliat juga genangan air di beberapa tempat seperti di depan pintu masuk gedung, area parkir dan jalan.
Terkait kerusakan ini belum ada satu pun pihak yang bersedia memberikan keterangan rincinya. Hanya saja sejumlah pihak juga mensinyalir atap beton bangunan tersebut mengalami retak dan mengakibatkan kebocoran saat terjadi hujan.
Bahkan keretakan lantai beton itu bukan hanya diduga terjadi di lantai atap tapi juga dilantai dua, sebab genanangan air hujan yang terdapat di lantai dua juga jatuh ke lantai dasar.
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata Kabupaten Natuna, Hadisun mengaku gedung tersebut belum selesai dikerjakan. Saat ini pekerja sedang menyelesaikan bagian interior gedung.
“Pekerjaanya belum selesai, bang. Jadi kalau ada kebocoran akan diperbaiki,” kata Hadisun di tempat kerjanya, melalui telepon.
Dikatakannya, untuk mengatasi kebocoran itu pihak pekerja sedang menyelesaikan atap tambahan di bagian atap gedung, sehingga kebocoran dapat teratasi.
“Jadi atap beton itu diatapi lagi, biar air ujannya tak masuk lagi. Tapi ini pekerjaan pusat, bang,” ujarnya.
Diketahui bahwa Gedung Kebudayaan Kabupaten Natuna ini dibangun sejak tahun 2018 lalu dengan total anggaran sekitar Rp43 miliar dengan rincian anggaran meliputi anggaran penimbunan tanah sebesar Rp3,5 miliar, tiang pancang sebesar Rp4,5 miliar, konstruksi tahap pertama sebesar Rp10 miliar dan konstruksi lanjutan sebesar Rp18 miliar serta interior sebesar Rp7,5 miliar.
Gedung Moesum ini dibangun diatas lahan sekuas kurang lebih 1 hektare yang berlokasi di komplek Natuna Gerbang Utaraku (NGU) atau yang lebih di kenal dengan komplek Masjid Agung Natuna. (far)








