Delapan Blok Migas Dilelang, Mulai dari Paus Natuna hingga Blok Maratua

delapan blok migas
Ilustrasi: Blok Tuna di Natuna. (Foto: Pertamina Hulu Energi)

Batam (gokepri.com) – Pemerintah resmi menawarkan delapan blok migas untuk dipinang lewat skema lelang tahap II 2021.

Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM mengungkapkan delapan blok migas itu memiliki total kapasitas 500 juta barel minyak dan 22 triliun kaki kubik gas.

Jumlah WK migas yang ditawarkan dalam lelang tahap II itu sebanyak delapan WK yang terdiri atas satu WK Eksploitasi dengan mekanisme penawaran langsung, tiga WK eksplorasi dengan mekanisme penawaran langsung, dan empat WK eksplorasi dengan mekanisme lelang reguler.

“Kami mengundang calon investor yang berminat, yang memiliki kemampuan teknis dan memiliki kemampuan finansial yang baik untuk mengikuti babak lelang ini,” kata Ariadji sepert dikutip dari Reuters, Senin 29 November 2021.

Blok yang ditawarkan adalah: Blok West Palmera dan Bertak Pijar Puyuh di pulau Sumatera, lapangan lepas pantai Paus di Natuna, blok Ketapang Utara dan Agung I di Jawa Utara, blok Karaeng dan Agung II di Sulawesi Selatan, dan blok Maratua di Kalimantan Timur.

Blok Bertak Pijar Puyuh, Ketapang Utara, Agung I, dan Agung II akan ditawarkan melalui mekanisme penawaran langsung, sedangkan sisanya akan ditawarkan melalui tender reguler.

Semua kecuali blok Bertak Pijar Puyuh belum eksplorasi.

Proposal langsung akan menggunakan kontrak bagi hasil, di mana kontraktor menanggung biaya eksplorasi dan produksi sebagai imbalan untuk mempertahankan sebagian besar minyak dan gas yang mereka peroleh.

Tender terbuka reguler akan memberikan fleksibilitas bagi kontraktor untuk memilih antara kontrak bagi hasil atau skema pembagian kotor, di mana pemerintah mengganti biaya eksplorasi dan produksi yang ditanggung oleh kontraktor dengan imbalan bagian yang lebih tinggi dari pendapatan minyak dan gas perusahaan.

Ini adalah penawaran minyak dan gas putaran kedua yang dikeluarkan Indonesia sejak pandemi dimulai.

Indonesia memberikan blok minyak dan gas kepada perusahaan energi hulu lokal Energi Mega Persada (ENRG.JK) dan Husky Energy Inc dari Kanada pada bulan September, dalam tender pertama di negara tersebut dalam hampir dua tahun. (Penulis: Candra Gunawan/Reuters)

BAGIKAN