BATAM (gokepri) – Tujuh ABK kapal MT Shing Xing terdampar berbulan-bulan di perairan Myanmar telah tiba di Batam. Mereka kini dimintai keterangan terkait dugaan TPPO.
Pemeriksaan dilakukan Ditreskrimum Polda Kepulauan Riau setelah para ABK dipulangkan dari Myanmar pada Kamis (6/11) malam. Mereka sebelumnya bekerja di kapal MT Shing Xing dan terkatung-katung di laut sejak Juli 2025.
Kasubdit IV Penegakan Hukum TPPO Polda Kepri AKBP Andyka Aer menjelaskan pemeriksaan dilakukan untuk mendalami dugaan perdagangan orang atau penempatan pekerja migran Indonesia secara ilegal. “Pemeriksaan ini sedang kami dalami,” ujarnya, Jumat.
Ketujuh ABK tersebut terdiri atas empat warga Batam, satu warga Kabupaten Karimun, satu dari Manado, dan satu dari Medan. Sesampainya di Bandara Hang Nadim, empat ABK langsung bertemu keluarga, sementara tiga lainnya sementara disiapkan penginapan.
Para ABK itu direkrut oleh seorang warga Batam bernama Juanda. Mereka berangkat dari Batam menuju Belawan pada 5 Mei 2025 untuk menjadi kru kapal MT Shing Xing yang rencananya menjalani perbaikan di Malaysia. Namun karena biaya docking dianggap mahal, kapal dialihkan ke Myanmar.
Kapal tidak diizinkan docking di Myanmar karena dokumen izin tidak lengkap. Akibatnya, para ABK terombang-ambing selama berbulan-bulan tanpa kepastian. Kondisi mereka mulai diketahui publik setelah video permintaan pertolongan mereka beredar di media sosial.
KBRI Yangon kemudian memberikan suplai makanan dan bantuan medis, serta mengirim Nota Diplomatik ke Kementerian Luar Negeri Myanmar untuk memohon izin pemulangan. Pemilik kapal menyatakan bersedia memenuhi hak-hak para ABK, termasuk gaji, logistik, dan biaya pemulangan.
Proses hukum terhadap pihak perekrut masih dalam penyelidikan Polda Kepri. Pemeriksaan lanjutan akan menentukan dugaan pelanggaran Undang-Undang tentang Pemberantasan TPPO.
Nama ketujuh ABK tersebut: Septia Riski, Heriyansah, Wilem Padoma, Sudiyanto (asal Batam), Dede Kustendy (Karimun), Syukri (Medan), dan Roland Mamuko (Manado). ANTARA
Baca Juga: Kerja Sama Indonesia-Korea Selatan Selamatkan Delapan Pelaut Korban TPPO
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









