BATAM (gokepri) – Badan Pengusahaan (BP) Batam mulai mengembangkan Super Apps BP Batam sebagai pintu tunggal berbagai layanan digital. Integrasi tersebut diharapkan mengakhiri layanan yang selama ini tersebar di banyak aplikasi sekaligus mempersingkat proses pelayanan bagi masyarakat dan pelaku usaha.
Pengembangan Super Apps menjadi fokus dalam Rapat Koordinasi dan Sosialisasi yang digelar Pusat Data dan Sistem Informasi (PDSI) BP Batam di Conference Hall Gedung Pusat Teknologi Informasi BP Batam, Jumat (31/7/2026). Kegiatan itu dibuka Anggota/Deputi Bidang Kebijakan Strategis dan Perizinan BP Batam, Sudirman Saad.
Kebutuhan menghadirkan layanan yang lebih sederhana menjadi salah satu alasan BP Batam mempercepat implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Selama ini, berbagai layanan digital masih berjalan melalui sejumlah aplikasi yang berdiri sendiri sehingga pengguna harus berpindah-pindah platform ketika mengakses layanan.
Baca Juga: Memahami Visi Negara Digital Singapura dari Wawancara Menteri Josephine Teo
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi BP Batam, Sardin Sitorus, mengatakan Super Apps dikembangkan sebagai inisiatif strategis untuk menghadirkan layanan digital yang lebih mudah diakses, terintegrasi, efisien, dan berorientasi pada kebutuhan pengguna.
“Super Apps ini adalah salah satu upaya kita untuk mempermudah akses digital bagi masyarakat dan pelaku usaha untuk mengakses layanan digital BP Batam,” kata Sardin.
Selain membangun platform digital, BP Batam menghimpun masukan dari seluruh unit kerja. Masukan tersebut akan menjadi dasar penyusunan kebutuhan bisnis sekaligus pengembangan aplikasi yang mampu mengintegrasikan seluruh layanan.
Super Apps BP Batam dirancang sebagai single gateway yang menghubungkan berbagai layanan melalui konsep One Stop Service, Single Identity atau Single Sign-On (SSO), serta Integrated Process.
Melalui sistem tersebut, masyarakat dan pelaku usaha nantinya cukup menggunakan satu identitas digital untuk mengakses berbagai layanan BP Batam. Integrasi proses juga diharapkan memangkas tahapan administrasi yang berulang sehingga pelayanan menjadi lebih cepat, efisien, dan mudah dipantau.
Sebagai acuan pengembangan, BP Batam mempelajari sejumlah praktik penerapan Super Apps di tingkat nasional maupun internasional. Referensi itu mencakup INA Digital di Indonesia, LifeSG di Singapura, dan UMANG di India.
Pengalaman dari berbagai platform tersebut menjadi rujukan dalam membangun layanan digital yang terpadu, aman, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan pengguna. BP Batam menargetkan masyarakat maupun pelaku usaha memperoleh pengalaman layanan yang lebih sederhana tanpa harus berpindah-pindah sistem.
Anggota Bidang Kebijakan Strategis dan Perizinan BP Batam, Sudirman Saad, mengatakan pengembangan Super Apps merupakan bagian dari transformasi digital yang mengintegrasikan berbagai layanan ke dalam satu platform.
“Penguatan layanan digital tidak hanya bertujuan meningkatkan efisiensi proses bisnis, tetapi juga menghadirkan pelayanan publik yang lebih cepat, transparan, dan mudah diakses,” ujarnya.
Menurut Sudirman, integrasi layanan digital akan memperkuat tata kelola pemerintahan berbasis elektronik sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik. Inisiatif tersebut juga merupakan pelaksanaan arahan Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra.
Karena itu, pengembangan Super Apps tidak hanya diarahkan untuk memperbaiki kualitas pelayanan, tetapi juga mendukung kemudahan berusaha dan memperkuat daya saing Batam sebagai kawasan investasi dan ekonomi digital. Tahap berikutnya, BP Batam akan menyusun kebutuhan bisnis dan melanjutkan proses integrasi sebelum platform tersebut diterapkan secara lebih luas.
Baca Juga: Batam Makin Menarik bagi Investasi Digital
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









