Partai politik memasang calon legislator andalan mereka di daerah pemilihan Batam 2, Batuampar-Bengkong. Delapan inkumben kembali bertarung memperebutkan tujuh kursi anggota DPRD Batam.
Jumlah kursi dapil ini berkurang pada pemilihan 2024. Jumlah kursi sebelumnya sebanyak delapan kursi. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan kembali menyorongkan Ketua DPC PDIP Batam dan Ketua DPRD Batam dua periode Nuryanto. Udin P Sihaloho juga kembali bertarung. Dua politikus tersebut sudah tiga periode terpilih sebagai anggota DPRD Batam.
PDIP dapat dua kursi dari dapil Batam 2 empat tahun lalu. Perolehan suara Nuryanto dan Udin terbilang banyak. Nuryanto meraih suara paling banyak dibanding caleg lain pada pemilihan 2019 dengan 5.586 suara. Udin pun caleg ketiga dengan suara terbanyak, 3.957 suara. Sehingga bisa disebut PDIP punya kuat pengaruh dan basis massanya di dapil ini.
Baca Juga: Saatnya Mencermati Caleg, Ini Persaingan Dapil Batam 1
“Tak ada persiapan khusus. Saya bekerja menjalankan program untuk masyarakat disejalankan dengan kedekatan tanpa memandang status sosial masyarakat atau konsituen,” ujar Udin baru-baru ini menanggapi persaingan dapil Batam 2.
Persaingan internal PDIP di dapil ini pun ketat. Ada nama Gabriel Sianturi, caleg milenial. Gabriel adalah putra dari politikus senior PDIP, Sahat Sianturi dan Ganda Tiur. Sahat adalah anggota DPRD Kepri dari Fraksi PDIP. Sementara Ganda Tiur mantan anggota DPRD Batam yang tidak maju lagi pada Pileg 2019. Gabriel diketahui aktif sebagai pengusaha, mengelola perusahaan orang tuanya, bidang SPBU salah satunya.
Partai politik lain pun memasang calon kuat di Batuampar-Bengkong. Seperti Gerindra yang kembali mencalonkan Harmidi Umar Husen, Golkar mengusung Ketua DPC Golkar Batam dan Wakil Ketua DPRD Batam Muhammad Yunus Muda, NasDem mengusung Asnawati Atiq, PKS mengusung Siti Nurlailah. Begitu pula dengan PAN yang kembali menyorongkan Sahrul, sementara Hanura mengajukan Rubina Situmorang.
Rubina meraih suara terbanyak kedua setelah Nuryanto di dapil ini dengan 4.290 suara. Sementara Siti Nurlailah, meraih kursi terakhir dengan 1.120 suara pada Pileg 2019.
Namun dipastikan tak semua inkumben berpeluang meraih kursi lagi karena pengurangan jumlah kursi di dapil 2 dari 8 kursi menjadi 7 kursi. Menurut KPU Batam, pengurangan kursi ini berdasarkan data agregat kependudukan per kecamatan atau (DAK2) yang dihitung pada tahun 2022. Sementara jumlah kursi yang bertambah ada di Dapil 3 Nongsa, Bulang, Seibeduk dan Galang yang sebelumnya 8 kursi menjadi 9 kursi.

Berdasarkan data pemilih, daerah pemilihan Batam 2 meliputi Kecamatan Batuampar dan Kecamatan Bengkong punya jumlah pemilih yang besar. Jumlah total pemilih di Batuampar mencapai 44.759 dan Bengkong 88.100. Totalnya 132.859 atau sekitar 15,6 persen dari total jumlah pemilih Batam sebanyak 851.614 jiwa.
Para inkumben di dapil ini akan berhadapan dengan 96 caleg. Total caleg dapil Batam 2 mencapai 104 orang. Hanya lima partai yang tidak menyorongkan maksimal 7 caleg yakni Partai Buruh 6 caleg, PKN 3 caleg, PBB satu caleg, Perindo 4 caleg dan Ummat 6 caleg.
Ada caleg dari kalangan tokoh masyarakat dan milenial yang bisa dianggap tak kalah kuat pengaruhnya. NasDem menyorongkan sosok yang bisa dianggap milenial seperti Wan El Kenz dan Kamaruddin. NasDem juga mengusung Ruslan Pasole, mantan anggota DPRD Batam periode 2014-2019. Ruslan pada pileg 2014 diusung Golkar.
Lalu Demokrat mengusung Eza Pendri, Sekretaris Generasi Muda (GEMA) Minang Batam, organisasi pemuda. PKB menyorongkan Lukman Hakim. Ada pula anggota DPRD Batam periode sekarang, Idawati Nursanti yang diusung PPP. Ia pindah dapil dari Dapil 1 Lubukbaja-Batam Kota ke Dapil 2.
Seluruh caleg yang maju di dapil Batam 1 bisa dilihat dengan mengakses laman KPU berikut https://infopemilu.kpu.go.id/Pemilu/Dct_dprd.
Adapun jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) Batam pada Pemilu 2024 sebanyak 851.614 pemilih. Jumlah kursi DPRD Batam yang akan diraih sebanyak 50 kursi dari enam daerah pemilihan.
Pada Pileg 2019, Kursi terbanyak berasal dari PDI Perjuangan dengan 8 kursi. Selebihnya Partai Nasdem dan Golkar sama-sama mendapatkan tujuh kursi, Gerindra enam kursi, PKS dan PAN sama-sama mendapatkan lima kursi, serta Hanura empat kursi. Kemudian Partai Demokrat dan PKB sama-sama mendapatkan tiga kursi, serta PPP dan PSI masing-masing mendapatkan satu kursi.
Sementara untuk perolehan suara terbanyak Pileg 2019 ditempati Partai Nasdem dengan 77.761 suara (14,83%). Selanjutnya PDI Perjuangan dengan 76.811 suara (14,65%), Gerindra 65.059 suara (12,4%), Golkar 51.698 suara (9,86%), PKS 47.997 suara (9,15%), PAN 42.987 suara (8,2%), Demokrat 34.096 suara (6,5%), dan Hanura 33.556 suara (6,4%). PKB 25.896 suara (4,94%), PPP 24.735 suara, Perindo 15.580 suara, PSI 12.236 suara, Berkarya 8.375 suara, PSI 4.681 suara, PBB 1.677 suara, dan PKPI 1.315 suara.
***
Baca Juga:
- Kemana Marlin Berlabuh usai Pilpres?
- Ronde Ketiga Rudi, Arena Pertama Lukita
- Mas Soerya di Panggung Rudi
- Tiket Senayan Sekar Respaty
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









