Peluang Marlin setelah Manuver Golkar-Gerindra Mengunci Amsakar-Li Claudia

elektabilitas marlin agustina
Marlin Agustina. Foto: istimewa

PDIP dan PKS tak menutup peluang mengusung Marlin Agustina dalam pemilihan walikota Batam. Kesepakatan politik terutama soal mengusung kader internal bisa menentukan arah dukungan. Peluang Marlin melawan Amsakar Achmad dalam Pilkada Batam terbuka.

Penulis:
Engesti Fedro, Muhammad Ravi

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tak mau buru-buru menentukan siapa calon walikota-wakil walikota Batam yang mereka usung. DPD PKS Batam sudah mengirim dua nama ke DPP PKS. Dua nama itu adalah Marlin Agustina dan Amsakar Achmad.

Meski demikian, PKS berharap kemungkinan mengusung kader internal. Mereka ingin mengusung kader sendiri maju Pilkada Batam.

“Kami masih komunikasi dengan berbagai partai untuk menggali komitmen antar partai,” ungkap Ketua DPD PKS Batam Yusuf, Senin 8 Juli.

Yusuf mengatakan PKS tengah menjajaki kesepakatan politik antara kandidat calon walikota dengan kader PKS. Yusuf tidak menyebut nama kader PKS tersebut, namun pada pertengahan Juni, Sekretaris DPD PKS Batam Warya Burhanuddin mengatakan ada tiga nama yang diajukan partainya. Yakni Suryani, Raden Hari Tjahyono dan Yusuf sendiri.

Yusuf beralasan PKS adalah partai besar dan punya basis massa yang nyata di Batam. Sehingga sudah sewajarnya PKS mengusung kader internal maju bertarung di pilkada. “Kami maunya harus ada (kader) pengusung. Bukan cuma mendukung,” sebut Yusuf.

Meski begitu, Yusuf menyebut keputusan mengusung calon ada di DPP PKS. Hasil survei kandidat menjadi pertimbangan DPP meski bukan satu-satunya parameter.

Sayangnya, PKS menganggap belum ada sinyal dari kandidat memberi jalan bagi kader PKS untuk dipasangkan. Termasuk Marlin Agustina. “Belum ada tanda-tanda itu, apalagi Bu Marlin punya (calon) wakil, Jefridin. Kendaraan PKS harus dilihat, ini harus dilihat jadi pertimbangan para kandidat. Kalau mau bagus, ambilah kader PKS,” terang Yusuf.

Baca: Koalisi Prabowo di Pilwako Batam, Restu untuk Amsakar-Li Claudia

Skenario pencalonan kader internal juga digulirkan PDI Perjuangan. Meski masih menunggu surat rekomendasi DPP, DPC PDIP Batam masih menunggu kesepakatan politik dengan nama-nama calon yang dikirim.

“Kami ini partai besar tentu harus ada yang diusung. Bukan hanya mendukung. Nah ini masih dalam pembicaraan di DPP,” kata Ketua DPC PDIP Batam Nuryanto.

Berdasarkan hasil rapat kerja daerah, beberapa nama calon yang dikirim PDIP Batam ke DPP antara lain Amsakar Achmad, Marlin Agustina, Jefridin dan Li Claudia Chandra. Ada pula nama kader internal seperti Udin P Sihaloho dan Budi Maryanto.

Pria yang akrab disapa Cak Nur itu menyebut surat rekomendasi DPP akan keluar dalam pekan ini. “Kemungkinan-kemungkinan itu ada. Bisa Bu Marlin, (atau) Bisa Pak Amsakar. Harapannya kami digandeng, bukan hanya partai pendukung tapi pengusung,” jelas Nuryanto.

Untuk diketahui, PDIP meraih tujuh kursi DPRD Batam pada pemilihan legislatif, partai peraih kursi terbanyak kedua setelah NasDem. Jumlah kursi PDIP sama dengan Gerindra.

Sedangkan PKS punya enam kursi di DPRD Batam. Jumlahnya sama dengan Golkar.

Gerindra, Golkar, PKB dan PPP sudah memberikan rekomendasi untuk mengusung Amsakar Achmad-Li Claudia Chandra menjadi bakal calon walikota-calon wakil walikota Batam. Jumlah kursi empat partai ini sebanyak 18 kursi, sudah lebih dari cukup untuk mengusung calon yang minimal 10 kursi.

Jelang pendaftaran yang tinggal 50 hari lagi, partai peraih kursi DPRD Batam yang belum mengeluarkan rekomendasi yakni Nasdem (10 kursi, PDIP (7) kursi), PKS (6), PAN (3), Demokrat (2), Hanura (2), PSI (1), dan PKN (1).

amsakar li claudia
Perolehan kursi partai di DPRD Batam pada Pileg 2024. grafis: gokepri/Candra Gunawan

Manuver Gerindra mengunci Li Claudia dengan Amsakar membuat skenario pencalonan Marlin berubah. Li Claudia adalah Ketua DPC Gerindra Kota Tangerang Selatan. Kedatangan Li Claudia membuat Gerindra putar haluan mengusung Amsakar.

Gerindra berpaling dari Marlin Agustina yang sejak Desember 2023 bergabung ke partai milik Prabowo Subianto tersebut. Ia ikut memenangkan Prabowo-Gibran di Kepulauan Riau.

Sementara NasDem yang menjadi partai naungan Amsakar justru belum menentukan arah jelang pendaftaran calon yang dibuka pada 27 Agustus mendatang.

Baca: Manuver Golkar Menggaet Amsakar, Li Claudia Mau Maju Pilkada Batam

Menunggu Manuver Marlin

Pengajar FKIP Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), Robby Patria, menilai masih banyak waktu bagi Marlin-Jefridin bermanuver mendapat dukungan partai sebelum pendaftaran.

“Partai lainnya masih ada. Jadi tidak boleh demokrasi itu dibegal dengan memborong partai,” kata dia.

Menurut dia, beberapa partai belum memberikan rekomendasi karena masih menunggu dan melihat perkembangan dinamika politik di lapangan. “Masih ada PDIP, PKS, Nasdem, Demokrat dan lainnya. Partai tentu melihat dulu karena-kan pendaftaran 27 Agustus 2024, masih sebulan, jadi masih panjang,” kata dia.

Apalagi jika melihat hasil survei terbaru bisa jadi partai lainnya mendukung pasangan Marlin Agustina dan Jefridin. “Semua masih dinamis. Bisa saja pencabutan rekomendasi dari partai pusat terjadi, seperti di Bintan,” kata dia. Survei yang dimaksud Robby adalah hasil sigi Lembaga Survei Indonesia (LSI) pada 24 Juni-3 Juli 2024. Elektabilitas Marlin-Jefridin (43,4 persen) unggul dari Amsakar-Li Claudia (40,3 persen).

Ia menjelaskan ada faktor kedekatan antara Li Claudia dan DPP Gerindra yang menyebabkan partai Prabowo itu merekomendasikan Amsakar Achmad dan Li Claudia untuk maju pada Pilwako Batam. Bukan Marlin Agustina-Jefridin Hamid.

“Faktor kedekatan itu yang membuat Gerindra mungkin memilih kadernya sendiri. Walaupun Marlin sebelumnya mendukung Prabowo,” kata dia.

Robby juga menilai kemungkinan ada koalisi partai perlawanan yang antara Marlin Agustina-Jefridin dan Amsakar Achmad-Li Claudia. “Contohya, biasanya-kan NasDem dan PKS berkoalisi di beberapa daerah. Kalau PKS tidak mendukung pasangan Marlin Agustina ya di daerah lain bisa saja bubar, pasti PKS melihat itu,” kata dia.

Sementara pengamat politik sekaligus akademisi dari Universitas Riau Kepulauan (Unrika), Ramayandi menilai peluang Marlin Agustina untuk maju berkontestasi akan lebih sulit.

“Jika melihat situasi politik sekarang Marlin Agustina seperti sedang kewalahan dalam mencari dukungan dari partai politik,” kata dia.

Dua partai politik mengurungkan niatnya untuk mengusung Marlin Agustina dan berpindah haluan memberikan rekomendasi dukungan kepada Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra sebagai pasangan calon untuk Pilwako Batam.

Dua partai itu adalah Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang sebelumnya sudah secara resmi memberikan rekomendasi dan dukungannya kepada Marlin Agustina.

Ditambah lagi, partai besutan Prabowo Subianto, Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) juga telah mengeluarkan surat rekomendasi kepada Amsakar-Li Claudia. Padahal, Marlin Agustina merupakan bagian dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) dan tim pemenangan Prabowo-Gibran di Kepulauan Riau (Kepri).

amsakar li claudia
Perolehan suara Pilpres 2024 di Kepulauan Riau. grafis: gokepri/Candra Gunawan

Ia menambahkan, keadaan politik saat ini dipengaruhi oleh perhitungan dan pertimbangan politik dari partai-partai yang telah memberikan dukungan dan rekomendasi kepada Amsakar-Li Claudia.

Sementara itu, pengaruh Ketua DPW Partai Nasdem Kepri, Muhammad Rudi yang juga suami Marlin Agustina terbilang kuat. Hal tersebut dinilai akan membuat partai-partai tidak leluasa untuk membangun komunikasi politik kedepannya sehingga akhirnya antara partai pengusung dan Marlin Agustina akan kewalahan bersama.

“Kalau skenario, kedua kandidat ini siapa yang akan nanti lebih unggul, saya pikir Amsakar dengan Li Claudia. Karena mereka memiliki popularitas dan mesin partai yang baik saat ini,” jelasnya.

Baca: Amsakar Gencar Cari Dukungan, PKS dan Nasdem Disinyalir Bakal Berkoalisi

Dengan kondisi tersebut, Ramayandi menilai Marlin Agustina harus mencari pendamping yang pas agar menarik partai-partai yang belum menyatakan sikap untuk mendukungnya. Tanpa pendamping yang pas, Marlin beresiko kehilangan dukungan dari partai-partai tersebut.

Ramayandi juga mengingatkan bahwa jika Muhammad Rudi menjadi gubernur dan istrinya, Marlin, menjadi walikota, bisa menimbulkan masalah dalam proses pemerintahan. Sehingga hal tersebut juga menjadi pertimbangan partai-partai yang akan mengusung Marlin Agustina.

“Hal ini bisa menimbulkan kegaduhan dan masalah di kemudian hari, karena partai-partai politik lain sulit untuk maju dan akan terus mengekor bila dikuasai oleh politik dinasti,” tambahnya.

***

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

BAGIKAN