Operasi Aneurisma Otak Kini Bisa Ditangani di Batam

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meninjau layanan operasi aneurisma otak di RSUD Embung Fatimah Batam.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (kedua kiri) mengunjungi pasien yang telah menjalani Proctoring Clipping Cerebral Aneurysma di RSUD Embung Fatimah di Batam, Kepri, Jumat (28/8/2026). (ANTARA/Amandine Nadja)

RSUD Embung Fatimah kini dapat menangani operasi aneurisma otak. Sebelumnya, pasien harus dirujuk ke Medan atau Jakarta.

BATAM (gokepri) — Pasien dengan aneurisma pembuluh darah otak kini dapat menjalani operasi clipping di RSUD Embung Fatimah Batam, tanpa harus dirujuk ke Medan atau Jakarta. Layanan ini menjadi yang pertama di Kepulauan Riau dan menambah kemampuan rumah sakit daerah menangani bedah saraf kompleks.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyaksikan pelaksanaan operasi clipping cerebral aneurysm tersebut di RSUD Embung Fatimah, Jumat (28/8/2026). Operasi itu berlangsung melalui program Proctoring Clipping Cerebral Aneurysma dengan melibatkan dokter spesialis bedah saraf RSUD Embung Fatimah dan tim Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RS PON) Mahar Mardjono.

Baca Juga: Hipertensi Bisa Picu Aneurisma, Dokter Saraf Ingatkan Bahayanya

Clipping cerebral aneurysm merupakan operasi untuk menjepit bagian pembuluh darah otak yang melebar atau menonjol, yang dikenal sebagai aneurisma. Tindakan tersebut bertujuan mencegah aneurisma pecah atau kembali mengalami perdarahan.

“Hari ini kami melihat operasi clipping yang sebelumnya harus dibawa ke luar Kota Batam,” kata Budi di Batam, Jumat, 28 Agustus 2026.

Sebelum layanan tersebut tersedia, pasien yang membutuhkan operasi itu harus menjalani rujukan ke fasilitas kesehatan di luar Batam, antara lain Medan atau Jakarta. Dengan tersedianya layanan di RSUD Embung Fatimah, pasien dapat menjalani penanganan lebih dekat dengan tempat tinggalnya.

Budi mengatakan keberadaan layanan tersebut juga mengurangi beban keluarga pasien karena mereka tidak perlu meninggalkan Batam selama menjalani pengobatan.

“Lebih nyaman karena keluarganya juga ada di sini dan kita percepat waktu penanganan,” ujarnya.

Menurut Budi, tersedianya operasi clipping di rumah sakit tingkat kabupaten/kota merupakan perkembangan penting dalam pemerataan layanan kesehatan. Sebelumnya, tindakan tersebut lebih banyak tersedia di rumah sakit tingkat provinsi atau pusat rujukan.

“Saya melihat operasi clipping ini pertama kali dilakukan di level kabupaten/kota,” kata Budi.

Ia berharap peningkatan kemampuan RSUD Embung Fatimah terus berlanjut sehingga sebagian besar pasien stroke di Batam dapat memperoleh penanganan di rumah sakit tersebut. Targetnya, 80–90 persen pasien stroke dapat ditangani tanpa harus keluar daerah.

Direktur RSUD Embung Fatimah Raden Roro Sri Widjayanti Suryandari mengatakan operasi clipping tersebut merupakan yang pertama di Kepulauan Riau.

“Ini merupakan operasi yang belum pernah sama sekali di Kepulauan Riau,” katanya.

Dokter Spesialis Bedah Saraf RS PON Mahar Mardjono Muhammad Kusdiansah mengatakan pelaksanaan program proctoring menunjukkan rumah sakit daerah memiliki peluang mengembangkan layanan bedah saraf dengan tingkat kompleksitas lebih tinggi.

Menurut dia, pengembangan layanan tersebut membutuhkan dukungan tenaga medis yang kompeten dan fasilitas yang memadai. Program pendampingan menjadi salah satu cara memastikan tim di rumah sakit daerah mampu menjalankan tindakan tersebut.

“Dengan terlaksananya proctor ini menandakan rumah sakit daerah level kabupaten/kota mampu melaksanakan bedah seperti ini,” kata Kusdiansah. ANTARA

Baca Juga: Waspadai Sakit Kepala Hebat, Bisa Jadi Gejala Stroke atau Aneurisma

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait