Menyusuri Kehidupan Santri Melalui Film Pesantren, Tayang 24 Mei

Film dokumenter pesantren segera tayang. Foto: bioskoponline.com

JAKARTA (gokepri.com) – Film dokumenter garapan sutradara Shalahuddin Siregar berjudul Pesantren akan mengajak para penonton untuk menyusuri kehidupan santri.

Dalam keterangan resminya, Kamis 11 Mei 2023, Shalahuddin mengatakan penonton akan diajak menyusuri kehidupan para santri di Pondok Kebon Jambu Al-Islamy Cirebon.

“Salah satu pesantren tradisional yang dipimpin oleh seorang perempuan tangguh bernama Nyai Masriyah Amva,” ujar sutradara yang biasa disapa Udin ini.

HBRL

Baca Juga: Film Pendek dari Makassar Akan Berkompetisi di Cannes 2023

Film ini kata Udin, akan membuka maa para penonton bahwa kehidupan di pondok pesantren juga berwarna seperti kehidupan di sekolah biasa.

Di pesantren juga ada kegiatan seni musik, kompetisi stand up comedy hingga diskusi antara guru dan murid yang kekinian.

Udin mengatakan rasa ingin tahu dan prasangka penonton tentang pesantren menjadi alasannya untuk menggarap film ini.

“Saya Muslim, tapi tidak pernah mengenyam pendidikan di pesantren. Ketidaktahuan saya sendiri dan prasangka penonton saya tentang pesantren memicu keingintahuan saya untuk mengetahui seperti apa kehidupan nyata di pesantren,” ujarnya.

Udin mengaku ingin tahu bagiamana kehidupan para santri, apa yang dipelajari dan kehidupan seperti apa yang diimpikan mereka setelah lulus.

“Apa yang saya temukan mengejutkan dan menginspirasi saya. Dengan film ini, saya berharap ini akan mengejutkan dan menginspirasi orang lain,” ujarnya.

Film Pesantren ini akan segera tayang di platform streaming Bioskop Online mulai 24 Mei 2023.

President of Digital Business Visinema Ajeng Parameswati mengatakan, film Pesantren akan menyajikan sisi lain dari keseharian para santri.

“Film ini dapat membawa perspektif lain tentang kehidupan beragama. Karena itu Bioskop Online ingin menayangkan film ini agar pesannya bisa sampai ke lebih banyak orang,” kata Ajeng.

Sebelum ditayangkan di Indonesia, film ini telah tayang di International Documentary Film Festival Amsterdam (IDFA) 2019, dan telah mengikuti beberapa festival film lainnya.

Film tersebut juga sudah melakukan pemutaran internasional di The University of British Columbia pada Maret 2022 lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: Antara

Pos terkait