Mengapa Daerah Perlu Bersiap Hadapi Green Jobs?

Hyundai robotaxi
Foto: Motional

JAKARTA (gokepri) – Daerah perlu memetakan sektor ekonomi dan kebutuhan keahlian. Pergeseran menuju green jobs dan otomatisasi menuntut perubahan pola pelatihan tenaga kerja.

Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor meminta pemerintah daerah menyiapkan tenaga kerja berdasarkan perubahan kebutuhan industri, termasuk pekerjaan ramah lingkungan atau green jobs. Menurut dia, pemetaan potensi ekonomi daerah perlu menjadi dasar pendidikan dan pelatihan agar keahlian tenaga kerja sesuai dengan peluang kerja.

Perubahan itu terjadi karena aktivitas ekonomi dan pola usaha terus bergeser. Transformasi tersebut memunculkan profesi baru dengan tuntutan keterampilan yang berbeda dari pekerjaan konvensional. “Zaman sekarang sudah berbeda,” kata Afriansyah di Jakarta, Selasa, 11 Agustus 2026.

Baca Juga: Lulusan SMK Dibidik Program School to Work Transition

Menurut Afriansyah, pemerintah daerah tidak cukup hanya menyiapkan lulusan baru. Pekerja yang sudah berada di lingkungan profesional juga perlu memperoleh kesempatan meningkatkan keterampilan (upskilling) atau mempelajari kemampuan baru (reskilling).

Kementerian Ketenagakerjaan siap mendukung kebutuhan itu melalui satuan pelayanan pelatihan yang tersebar di berbagai wilayah. Fasilitas tersebut dapat menyusun pembelajaran sesuai karakter ekonomi lokal dan jenis pekerjaan yang tersedia.

Karena itu, pemerintah daerah perlu lebih dulu memetakan sektor usaha yang berpotensi tumbuh. Hasil pemetaan menjadi dasar untuk menentukan jenis pelatihan yang relevan dengan kebutuhan perusahaan dan calon pekerja.

Pola tersebut juga diarahkan untuk menghadapi pekerjaan yang muncul akibat otomatisasi, perkembangan teknologi, serta penerapan praktik ramah lingkungan. Dengan pendekatan itu, pelatihan tidak berhenti pada penyediaan sertifikat, tetapi diarahkan pada kebutuhan tenaga kerja yang nyata.

Namun, penyusunan materi pelatihan tidak bisa hanya berasal dari lembaga pemerintah atau pendidikan. Perusahaan perlu terlibat agar keterampilan yang diajarkan sesuai dengan kualifikasi yang mereka cari.

Kesenjangan antara kemampuan lulusan dan kebutuhan pemberi kerja atau mismatch masih menjadi salah satu persoalan yang mempengaruhi penyerapan tenaga kerja. Afriansyah meminta pemerintah daerah mempertemukan perusahaan dengan lembaga pendidikan melalui skema link and match.

Skema itu dapat diterapkan bersama SMA, SMK, dan satuan pendidikan sederajat. Tujuannya agar materi pembelajaran memiliki hubungan langsung dengan kebutuhan dunia kerja.

Keterlibatan perusahaan juga dibutuhkan untuk memperkenalkan kondisi pekerjaan yang tidak seluruhnya diperoleh dari pembelajaran teoritis. Peserta didik perlu memahami standar pekerjaan, budaya profesional, dan keterampilan praktis yang digunakan sehari-hari.

“Mereka juga perlu mengenal standar pekerjaan, budaya profesional, serta keterampilan praktis,” ujar Afriansyah.

Kebutuhan penyesuaian keterampilan juga berlaku bagi pekerja yang sudah memasuki pasar kerja. Perubahan teknologi dan model bisnis dapat membuat keahlian yang sebelumnya relevan tidak lagi mencukupi untuk posisi tertentu.

Karena itu, upskilling dan reskilling menjadi bagian dari strategi menghadapi perubahan struktur pasar kerja. Pemerintah daerah dan pusat pelatihan perlu menyesuaikan materi berdasarkan perkembangan profesi dan kebutuhan sektor usaha.

Afriansyah mengaitkan kesiapan tenaga kerja dengan masuknya investasi ke daerah. Penanaman modal memang membuka peluang ekonomi baru, tetapi manfaatnya akan lebih besar jika daerah memiliki calon pekerja dengan keterampilan sesuai bidang usaha yang berkembang.

Pemetaan sektor ekonomi karena itu perlu berlangsung sejak awal, sebelum kebutuhan tenaga kerja muncul. Pemerintah dapat menggunakan hasil pemetaan tersebut untuk menentukan pelatihan, termasuk bagi profesi baru yang tumbuh karena teknologi dan praktik ramah lingkungan.

Menurut Afriansyah, daerah perlu memperluas perhatian dari pekerjaan konvensional ke jenis pekerjaan baru yang mengikuti perubahan industri. Persiapan itu menjadi bagian dari upaya menghadapi pergeseran struktur pasar kerja. “Daerah perlu mulai mempersiapkan tenaga kerja untuk jenis pekerjaan baru,” kata dia. ANTARA

Baca Juga: Debat Keempat Pilpres, Hilirisasi Masih Jadi Kata Andalan Gibran

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait