Lowongan di Tengah Wabah PHK, Ribuan Orang Lamar Pabrik Alumina

KEK galang batang
Pabrik pengolahan alumina PT Bintan Alumina Indonesia di Galang Batang, Bintan. (Foto: thestar.com.my)

Bintan (Gokepri) – Pabrik pengolahan alumina di Pulau Bintan membuka lowongan di tengah pandemi Covid-19. Menerima 900 pekerja, diburu ribuan pelamar.

Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri, mencatat jumlah pelamar kerja di PT Bintan Alumina Indonesia (BAI) di Galang Batang mencapai 1.300 orang padahal lowongan hanya 900 orang. Lowongan dibuka sejak dibuka 1-30 Juli 2020.

“Kebutuhan perusahaan itu sekitar 900 orang,” sebut Kepala Disnaker Kabupaten Bintan, Indra Hidayat, Selasa (25/8/2020).

HBRL

Ribuan orang itu menyerahkan berkas ke Dinas Tenaga Kerja. Kemudian berkas diserahkan ke manajemen Bintan Alumina Indonesia. Disnaker Bintan telah menyerahkan ribuan berkas itu ke perusahaan.

Menurut Indra, mereka hanya memfasilitasi penerimaan tenaga kerja yang dibutuhkan BAI. Selanjutnya PT BAI yang memverifikasi sesuai kebutuhan perusahaan. “Tentunya berdasarkan spesifikasi dan kompetensi yang dimiliki oleh pencari kerja,” kata Indra.

Seluruh pelamar itu warga Provinsi Kepulauan Riau. Mayoritas adalah warga Kabupaten Bintan. Indra memperkirakan 80 persen pelamar adalah warga Bintan. Sisanya warga Kota Tanjungpinang dan Kota Batam.

Menurut Indra, perusahaan membatasi usia pelamar maksimal 40 tahun. “Karena pertimbangan usia muda dan masih produktif,” ujar dia.

Namun dia menegaskan Disnaker tetap memprioritaskan warga Kabupaten Bintan, karena sudah ada memorandum of understanding atau Mou antara Pemkab Bintan dengan PT BAI terkait penempatan tenaga kerja lokal selama lima tahun.

Indra turut menjelaskan, bahwa 900 pekerja yang direktut PT BAI akan ditempatkan di berbagai posisi, seperti kelistrikan, las, operator, dan sebagainya.

“Mereka diperkirakan mulai bekerja awal 2021, sesuai target pengoperasian PT BAI,” ujarnya.

Baca Juga:

Lebih lanjut, pihaknya bakal melakukan pengawasan dan monitoring terhadap transparansi penerimaan tenaga kerja yang dilakukan PT BAI.

“Proses seleksi dan wawancara dimulai September 2020,” imbuhnya.

Indra pun menegaskan, Pemkab Bintan sudah berkomitmen untuk melibatkan pekerja lokal di tiap-tiap perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut.

“Ke depan, Pemkab Bintan bakal MoU dengan semua perusahaan yang ada di Bintan untuk penyediaan pekerja lokal,” tegasnya.

PT BAI saat ini masih fokus membangun berbagai infrastruktur untuk pembangunan smelter (pemurnian batu bauksit) dan PLTU. Perusahaan itu menargetkan total nilai investasi mencapai Rp30 triliun.

“Sejak awal, pada prinsipnya kami mengutamakan tenaga kerja lokal yang memiliki keahlian sesuai kebutuhan perusahaan,” kata Direktur Utama PT BAI, Santoni. (Cg)

Editor: Candra

Sumber: Newswire

Pos terkait