50 Hektare Lahan di Batam Bintan Karimun Gratis, Airlangga Siap Promosi ke Investor

Airlangga Hartarto Batam
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto di Batam beberapa waktu lalu. (foto: Ist)

Jakarta (gokepri.com) – Menteri Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan pemerintah akan mempromosikan kawasan industri di Indonesia yang melonggarkan biaya sewa maupun gratis kepada investor.

“Jadi silakan kalau ada daerah lain beri gratisan, pemerintah ikut promosikan di manapun. Jadi apapun warna kucing, yang penting bisa menangkap investasi. Itu yang didorong pemerintah,” katanya awal pekan ini.

Respons Airlangga itu menanggapi kalangan pengusaha yang meminta pemerintah juga melirik potensi 70 kawasan industri yang siap dan tersedia di seluruh Indonesia, selain terus menerus memasarkan kawasan industri di Batang, Jawa Tengah, dan Subang, Jawa Barat, sebagai lokasi relokasi investasi.

HBRL

Airlangga mengatakan 70 kawasan industri yang disebut pengusaha merupakan kawasan industri berbayar. Sementara itu, kawasan industri di Batang dan Subang yang sering disebut pemerintah sewa lahannya gratis selama lima hingga 10 tahun.

Menurut Airlangga, jika pengembang kawasan industri bersedia untuk memberikan tawaran serupa, pemerintah pun dengan senang hati akan ikut mempromosikannya kepada calon investor.

Airlangga menambahkan pihaknya menerima kabar bahwa di Batam, Bintan, dan Karimun akan menyediakan lahan gratis sekitar 50 hektare.

Lihat Juga: Investasi di Batam Berada pada Tren Positif Meski Masa Covid-19

Untuk diketahui, lahan sewa gratis di Batam Bintan dan Karimun itu ditawarkan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kepri.

Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Kepulauan Riau menawarkan sewa lahan gratis untuk investor Amerika Serikat dan Jepang yang akan merelokasi usahanya ke Indonesia selama lima tahun. Tawaran ini menjadi bagian dari peluncuran paket ekonomi Kadin bertajuk “BBK (Batam Bintam, Karimun)Murah”.

“Kami tidak ingin kehilangan momentum. Saat ini Amerika Serikat dan Jepang sedang bersiap-siap untuk mencabut investasinya dari Cina karena pandemi corona,” ujar Ketua Umum Kadin Kepulauan Riau Akhmad Ma’ruf Maulana dalam konferensi virtual, Senin, 11 Mei 2020.

Ahmad mengatakan, promosi berupa lahan gratis ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing Indonesia dengan negara lain, seperti Vietnam dan India. Musababnya, saat ini, fakta di lapangan menunjukkan bahwa sewa lahan di Indonesia lebih mahal dari Vietnam.

Lihat Juga: INVESTASI ASING: Kepri Tetap Masuk 10 Besar se-Indonesia

Berdasarkan data Kadin, tarif sewa lahan rata-rata di Indonesia berkisar US$ 170-225 per meter persegi. Sedangkan di Vietnam hanya US$ 50-90 per meter persegi. Dia berharap tawaran ini dapat mendukung usaha pemerintah untuk menarik investasi asing agar tercipta lapangan kerja baru di dalam negeri.

Pada tahap pertama, Akhmad menerangkan, Kadin Kepri menyiapkan lahan seluas 30 hektare di Kabil, Batam. Dia mengklaim lahan tersebut merupakan lahan dengan status siap bangun. Nantinya, kata dia, jumlah lahan yang akan ditawarkan untuk investasi ini bakal bertambah.

Sementara itu, ia mengimbuhkan, investor yang akan memperoleh kesempatan mendapatkan sewa lahan gratis adalah perusahaan yang berkomitmen menanamkan modal minimal Rp 500 miliar. Menurut Akhmad, pihaknya sudah berkomunikasi dengan tiga perusahaan di Amerika Serikat. Dia berharap seusai pandemi corona atau Covid-19 kelar, investor sudah mulai merealisikan modalnya.

Permintaan Apindo

Ketua Properti dan Kawasan Ekonomi Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sanny Iskandar dalam Rapat Kerja dan Konsultasi Nasional (Rakerkonas) Apindo 2020 yang digelar secara daring, Rabu pekan ini mengatakan pihaknya mengapresiasi perhatian pemerintah terhadap pengembangan kawasan pariwisata dan ekonomi, tapi pengusaha meminta dukungan pemerintah dalam pengembangan bisnis kawasan industri.

“Dari pengembang kawasan, kami mendukung rencana di Batang dan Subang, hanya saja pada saat ini ada 70 kawasan industri yang sebetulnya sudah siap untuk menerima relokasi industri. Agar supaya teman-teman ini bisa tetap diberi semangat,” katanya. (Cg)

Editor: Candra

Pos terkait