Klaim Menang Gubernur Ansar dan Gubernur Isdianto

Pilkada kepri
Para pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Kepri dalam Pilkada 2020. (Gokepri/cg))

Ansar Ahmad adalah tokoh senior Golkar dan anggota DPR RI. Ia terpilih saat Pileg 2019 daerah pemilihan Kepri dengan suara terbanyak dibanding calon lain. Total suaranya 135.022.

Ia juga Bupati Bintan periode 10 Agustus 2005 hingga 10 Agustus 2015. Ia pernah menjabat sebagai Wakil Bupati Kepulauan Riau (sekarang Kabupaten Bintan, red) periode 17 Januari 2001 hingga 4 November 2003.

Sedangkan Marlin Agustina adalah satu-satunya calon yang dari luar partai. Meski istri dari Wali Kota Batam dan Ketua DPW Nasdem Kepri Muhammad Rudi, Marlin tidak pernah tercatat sebagai pengurus partai.

Selama ini, Marlin lebih dikenal berkat kiprahnya di bidang perempuan, UKM, dan anak dengan aktif sebagai Ketua Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW), Ketua Dekranasda dan Bunda PAUD Kota Batam.

Ansar Ahmad sudah dua kali ikut pemilihan gubernur Kepri.

Soerya Respationo berpasangan dengan Ansar Ahmad tatkala pemilihan gubernur Kepri lima tahun lalu. Pasangan PDIP dan Golkar ini kalah dari alhmarhum Muhammad Sani dan Nurdin Basirun.

Saat itu, Soerya-Ansar meraih 46,76% suara atau sekitar 305 ribu suara. Dalam Pilkada 2020, Soerya dan Ansar menjadi rival, setelah lima tahun lalu menjadi kawan politik.

Isdianto juga pernah sejalan seirama dengan PDIP dan Soerya. Diangkat jadi Wakil Gubernur Kepri tanpa dipilih rakyat lewat pemilihan, Isdianto lalu bergabung ke PDIP.

Ketua DPD PDIP Kepri Soerya Respationo memberikan Isdianto jabatan Ketua Dewan Pertimbangan PDIP Kepri sejak April 2018. Keduanya kini juga menjadi rival meski pernah satu gerbong sejak Isdianto mendeklarasikan diri sebagai calon gubernur. Soerya sempat menyorongkan Isdianto sebagai wakilnya tapi akhirnya mereka pisah jalan.

Soerya sendiri sama sekali tidak menyatakan klaim menang terkait Pilkada 2020. Tapi ia memberikan pernyataan terima kasih kepada pendukung dan timnya lewat vidio yang disiarkan di Facebook.

Klaim Menang Gubernur Isdianto

Isdianto-Suryani berkukuh memenangi pemilihan gubernur Kepri 2020. Berdasarkan perhitungan internal.

quick count isdianto suryani
Ketua Tim Pemenangan Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri nomor urut 2, Bakti Lubis saat konferensi pers. (foto: istimewa)

BERKUMPUL dari siang di kantor pemenangan INSANI dan kantor Hanura, Ketua Timses INSANI, Bakti Lubis dan petinggi PKS menekuk muka. Agaknya mereka tak puas tim Ansar-Marlin mengklaim kemenangan berdasarkan hitung cepat.

Mereka rupanya sempat menatap layar televisi yang menayangkan hasil hitung cepat pemilihan gubernur Kepri oleh Indikator. Hasil itu menunjukkan Ansar-Marlin unggul. Waktu itu, data masuk yang mereka lihat baru mencapai 60 persen.

Tak lama Ansar-Marlin konferensi pers, Tim Sukses Isdianto-Suryani juga menggelar konferensi pers serupa.

Bakti Lubis membuka suara. Menurut Bakti, mereka juga bisa mengklaim kemenangan dari siang. Karena mereka juga melakukan tabulasi data dari data real yang diperoleh dari TPS.

“Dari tadi sekitar jam 3 kami sudah melakukan perhitungan real count yang unggul berkisaran dua koma sekian persen dan Insyaallah tidak berbeda jauh dengan perhitungan Real Count yang ada,” papar dia.

Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Kepri nomor urut 02, Isdianto-Suryani menyatakan kemenangan Pilkada Kepri 2020 berdasarkan perhitungan dan data real count internal. Tapi INSANI tetap menunggu hasil rekapitulasi suara oleh KPU setempat.

Berdasarkan hitungan real count Tim Sukses (Timses) Pasangan Calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri, Isdianto-Suryani (INSANI) menang 38,61 persen.

“Ini berdasarkan data uptade yang masuk kepada tim pemenangan INSANI dari 7 Kabupaten Kota di Provinsi Kepri,” ucap Bakti Lubis kepada awak media di kantor pemenangan INSANI di Edukit Batam Centre, Rabu (9/12/2020) malam.

Bakti Lubis menjelaskan berdasarkan data real count tersebut, paslon nomor urut 1 Soerya Respationo-Iman Sutiawan meraih 23,47 persen.

Paslon nomor urut 2 Isdianto-Suryani, 38,61 persen dan Paslon nomor urut 3, Ansar Ahmad-Marlin Agustina, 37,92 persen.

“Pasangan nomor urut 2 dan 3 kalkulasinya sangat dinamis. Untuk itu perlu kami sampaikan kepada Paslon yang sudah berani mengklaim kemenangan,” ujar Bakti Lubis.

Sebagai gambaran, Isdianto-Suryani diusung Partai Keadilan Sejahtera, Hanura dan Demokrat.

Isdianto adalah petahana Gubernur Kepri dan adik kandung Muhammad Sani, gubernur Kepri dua periode sebelumnya.

Kariernya cukup unik karena menjadi gubernur tanpa melalui Pilkada. Ia dilantik Presiden Joko Widodo pada 28 Juli 2020.

Sebelumnya ia menjabat Plt Gubernur Kepri sejak Nurdin Basirun jadi terpidana kasus gratifikasi reklamasi. Isdianto juga sempat menjadi Wakil Gubernur sejak 2018. Sebelum wakil gubernur, Isdianto pernah menjabat Kepala Dinas Pendapatan Kepri.

Tak pernah mengikuti Pilkada, Isdianto juga baru tercatat bergabung ke partai politik sejak menjabat wakil gubernur. Ia adalah pengurus PDIP Kepri tapi kini diusung tiga partai lain, rival PDIP.

Sedangkan Suryani adalah politikus Partai Keadilan Sejahtera. Ia menjabat anggota DPRD Kepri tiga periode terakhir termasuk periode sekarang. Suryani bukan orang baru di kancah politik Kepri.

Ia terpilih tiga periode sebagi DPRD Kepulauan Riau ditambah PAW 3 tahun. Pada periode 2004-2009 untuk menggantikan Ria Saptarika. Lalu terpilih secara langsung periode 2009-2014, 2014-2019, dan 2019-2024. Dan saat ini duduk di Komisi III DPRD Kepri. Daerah pemilihannya adalah Batu Aji; Sekupang; Belakang Padang & Sagulung. Ia meraih 15 ribu suara tahun lalu.

(can)

|Baca Juga:

 

 

Pos terkait