Politik Zigzag Partai Demokrat

Jelang tenggat pendaftaran, Partai Demokrat belum menentukan arah dukungan kandidat gubernur Kepri. Bermanuver keluar-masuk koalisi Isdianto-Suryani.

Partai Demokrat
Ketua Demokrat Kepri Apri Sujadi, Bakal Calon Gubernur Kepri Isdianto, dan Ketua Hanura Kepri Bakti Lubis. (Grafis: Gokepri/GC)

Batam (Gokepri) – Uba Ingan Sigalingging dan Raden Hari Tjahyono duduk mengapit Bakti Lubis di ruang tamu kantor Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kepri di Sukajadi, Selasa sore pekan ini. Di sisi kanan ketiganya para pengurus Partai Hanura dan PKS mengiringi. Dua partai itu memboyong jurnalis ke ruang tamu itu.

Ketua Partai Hanura Kepri Bakti Lubis mulai membicarakan topik-topik politik seperti pemilihan gubernur Kepri termasuk mengumumkan dirinya sendiri sebagai ketua tim sukses Isdianto-Suryani, calon gubernur dan wakil gubernur Kepri.

Struktur timses itu sudah dibentuk tapi rencananya semua namanya diumumkan belakangan bersamaan dengan deklarasi Isdianto-Suryani bersama partai koalisi. Bakti hanya menyebut dua nama. Wakil ketua timses dijabat Raden Hari Tjahyono-Ketua DPW PKS Kepri- dan sekretaris dijabat Uba Ingan Sigalingging, Sekretaris DPD Hanura Kepri. Raden Hari menimpali selain deklarasi timses Isdianto-Suryani, koalisi juga akan membentuk timses untuk tujuh kabupaten/kota di Kepri.

Menurut Bakti, deklarasi itu diumumkan pada Senin 31 Agustus 2020. Ia menyebut tiga partai yang ikut deklarasi, Hanura, PKS dan Demokrat. Bakti mengklaim DPP Demokrat sudah mengeluarkan rekomendasi untuk pasangan Isdianto-Suryani sekaligus bergabung masuk ke koalisi. Sang calon, Isdianto, tengah menjemput surat itu ke Jakarta pada hari itu, Selasa 25 Agustus 2020.

“Pak Isdianto berangkat ke DPP Partai Demokrat untuk mengambil rekomendasi,” sebut Bakti.

Timses Isdianto-Suryani
Ketua Timses Insani Bakti Lubis menyampaikan terbentuknya tim untuk memenangkan Insani di Pilgub Kepri, Selasa (25/8/2020).

Tapi rupanya Demokrat belum resmi bergabung dengan koalisi Hanura-PKS. Surat rekomendasi tak kunjung keluar. Isdianto yang ditanya sehari setelah pengumuman timsesnya, justru belum mengantongi rekomendasi itu.

“Hampir keluar,” ujar Gubernur Kepri itu saat meninjau warga korban angin puting beliung di Tanjungbuntung, Kota Batam, Rabu (26/8/2020).

Isdianto lalu meyakinkan ia pasti mendapat dukungan dari Demokrat. “Pokoknya sebelum pendaftaran, rekomendasinya sudah keluar,” sambung dia.

Pernyataan Isdianto setali tiga uang dengan Sekretaris timses Isdianto-Suryani, Uba Ingan Sigalingging. Mantan aktivis itu mengungkapkan Demokrat mendukung Isdianto-Suryani. “Setakat memang seperti itu. Pagi (Selasa, 25 Agustus 2020) Pak Isdianto sudah berangkat ke Jakarta,” ujar dia saat dihubungi.

Demokrat justru bersilang dukungan dengan koalisi Hanura-PKS. Kepada Kantor Berita Antara dua pekan lalu, Sekretaris Demokrat Kepri Husnizar Hood menyangkal partainya telah memberikan dukungan untuk Isdianto-Suryani menyusul munculnya klaim dukungan lewat baliho dan poster di media sosial. Baliho dan poster itu disebar dan dipasang pendukung Isdianto-Suryani baik di jalan-jalan dan media sosial. Lokasinya ada di Batam bahkan sampai gedung daerah di Tanjungpinang.

Husnizar yang dikonfirmasi ulang, kembali dengan gamblang menyatakan belum ada dukungan untuk Isdianto termasuk keberangkatan Isdianto ke DPP Demokrat di Jakarta. “Kami belum dapat info, kami cek ya,” jawab Husnizar yang dihubungi, Rabu (26/8/2020). Ia belum menerangkan lagi setelah menjawab pesan WhatsApp itu.

Namun seorang sumber dari lingkaran Demokrat Kepri menyebut Husnizar Hood berada di Jakarta sejak dua hari terakhir. Bersama DPP dan DPD beberapa daerah, mereka akan membahas dukungan untuk salah satu calon pemilihan di Kepri, Batam dan Lingga pada Kamis (27/8/2020). Tapi, sumber itu menyebut pertemuan di DPP tidak ada jadwal bertemu Isdianto untuk memberikan rekomendasi. “Kami di Jakarta tapi tak tahu ada jadwal itu,” ujar sumber itu.

Baca Juga:

Silakan Pasang Kami Senang

Demokrat Isdianto
Logo Partai Demokrat di sebelah Hanura dan PKS pada kotak iklan yang tersebar di dekat Gedung Daerah Tanjungpinang. Padahal Isdianto-Suryani baru mendapatkan rekomendasi dari PKS dan Hanura. (foto: Antara/Nikolas Panama)

Arah dukungan Demokrat untuk Isdianto-Suryani diamini publik sejak poster pasangan itu muncul. Logo Partai Demokrat berdampingan dengan Hanura dan PKS. Poster pasangan yang mengusung kata INSANI itu beredar sejak akhir Juli 2020, beberapa hari setelah Isdianto-Suryani mengantongi rekomendasi Hanura dan PKS.

Pasangan ini sudah punya tim media sosial mulai dari Facebook, Instagram dan Twitter. Bahkan sudah punya situs Isdianto.com yang isinya informasi sehari-hari kegiatan Isdianto sebagai Gubernur Kepri dalam bentuk pemberitaan.

Poster dominan warna kuning di latarnya itu selain memasang wajah Isdianto dan Suryani, juga memasang logo partai PKS, Hanura dan Demokrat di bawahnya. Isdianto di poster itu mengenakan peci hitam dan baju koko warna putih. Sedang Suryani berjilbab kuning.

“Silahkan saja pasang. Itu hanya sebatas klaim,” ujar Ketua DPD Demokrat Kepri Apri Sujadi kepada Kantor Berita Antara di Tanjungpinang, Selas (25/8/2020).

Apri sudah mengetahui soal poster itu karena beredar di Kota Tanjungpinang dan Bintan. Tapi ia menyangkal partainya sudah mendukung Isdianto. Apri mengatakan klaim Isdianto-Suryani bahwa Demokrat mengusung mereka tidak merugikan partai itu.

“Justru kami merasa senang. Ini berarti partai kami disukai,” katanya.

Menurutnya, DPP Demokrat sampai sekarang belum menetapkan kandidat yang diusung pada Pilkada Kepri. DPP Demokrat belum mengambil keputusan siapa calon gubernur dan wakil gubernur yang diusung pada empat provinsi, salah satunya Kepri.

Namun ia memastikan Demokrat tidak akan ketinggalan momentum. Demokrat masih memiliki waktu untuk menetapkan pilihan hingga 4 September 2020 atau saat pelaksanaan pendaftaran calon gubernur dan wakil gubernur.

“DPP Partai Demokrat sudah merilis terkait hal itu. DPP belum mengambil keputusan untuk calon gubernur dan wakil gubernur siapa yang diusung pada Pilkada Provinsi Bengkulu, Kepri, Kalteng, Pilkada Sulut,” katanya.

Ia enggan membeberkan siapa kandidat pilkada yang direkomendasikan DPD Partai Demokrat Kepri. “Kemungkinan pekan ini sudah ada keputusan dari DPP Partai Demokrat. Kami tinggal menjalankan keputusan tersebut,” ucap Apri.

Sebagai gambaran, Partai Demokrat berhasil memperoleh empat kursi di DPRD Kepri pada Pemilu 2019. Pada Pilgub Kepri 2015, Demokrat ikut memenangkan (alm) Muhamamad Sani-Nurdin Basirun bersama Nasdem, PPP, PKB dan Gerindra.

Lima tahun lalu mereka berkontestasi dengan Soerya Respationo-Ansar Ahmad yang diusung PDIP, Hanura, PKS dan PAN.

Isdianto-Suryani yang digadang mencalonkan diri sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri diusung Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Hanura. Isdianto sejak 27 Agustus 2020 menjabat sebagai Gubernur Kepri, sementara Suryani merupakan kader PKS yang menjabat sebagai anggota DPRD Kepri.

Jelang tenggat pendaftaran, Pilkada Kepri tahun ini mengerucut ke tiga nama; Soerya Respationo-Iman Sutiawan, Ansar Ahmad-Marlin Agustina dan Isdianto-Suryani.

Soerya-Iman diusung PDIP, Gerindra dan PKB. Ansar-Marlin diusung Partai Golkar, Partai Nasdem dan Partai Persatuan Pembangunan. (Cg/wan/eri)

Editor: Candra

BAGIKAN