Pertamina EP mulai komersialisasi gas Sengeti. Pasokan memperkuat industri dan ketahanan energi.
JAMBI (gokepri) — Komersialisasi gas bumi dari Lapangan Sengeti di Kabupaten Muaro Jambi membuka sumber pasokan energi baru bagi industri, termasuk di Batam. Langkah Pertamina EP itu juga menjadi titik awal pemanfaatan cadangan gas yang selama ini belum tergarap akibat keterbatasan pasar dan infrastruktur.
Cadangan gas Lapangan Sengeti mencapai 14,76 billion standard cubic feet (BSCF). Gas tersebut akan dipasok kepada PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) untuk memenuhi kebutuhan pelanggan industri dan pembangkit listrik, termasuk di Batam.
Baca Juga:
- PGN Siap Datangkan Pasokan Gas Bumi dari Lapangan Sengeti
- Dampak Kenaikan Harga Gas Murah untuk Industri
General Manager Pertamina Hulu Rokan Zona 1 Mefredi mengatakan proyek ini menjadi penjualan gas pertama dari Field Jambi setelah hampir satu dekade. Menurut dia, komersialisasi tersebut sekaligus menandai dimulainya pemanfaatan stranded gas, yakni cadangan gas yang sebelumnya belum dapat diproduksikan secara optimal karena keterbatasan akses pasar maupun jaringan infrastruktur.
“Proyek ini menjadi penjualan gas pertama dari Field Jambi setelah hampir satu dekade,” ujar Mefredi dalam keterangan resmi, Kamis (16/7).
Selain menghasilkan nilai ekonomi, proyek Sengeti menjadi proyek percontohan pengembangan stranded gas di Field Jambi. Pengalaman dari proyek ini akan menjadi acuan percepatan pengembangan lapangan gas lain, seperti Sungai Gelam, Puspa, Puspa Asri, Simpang Tuan, dan Meruap.
Volume kontrak penjualan gas dari Lapangan Sengeti mencapai sekitar 13,4 BSCF. Pasokan itu direncanakan mengalir selama tujuh tahun.
Melalui proses seleksi, PGN ditetapkan sebagai pembeli gas setelah memenuhi seluruh persyaratan evaluasi. Nilai bruto penjualan gas sepanjang masa kontrak diperkirakan mencapai sekitar Rp 1,6 triliun.
Menurut Mefredi, nilai tersebut akan memberikan kontribusi bagi negara melalui mekanisme bagi hasil migas, penerimaan pajak, dan ketentuan fiskal lainnya. Proses komersialisasi juga menjadi pembelajaran penting, mulai dari kajian teknis, penyusunan skema bisnis, penentuan pembeli, hingga penetapan alokasi dan harga gas bersama SKK Migas serta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.
Dari sisi daerah, proyek Sengeti diharapkan mendorong investasi, menyerap tenaga kerja lokal, dan membuka peluang usaha bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di sekitar wilayah operasi. Pemerintah daerah juga terlibat dalam sinkronisasi perizinan dan penyesuaian dengan rencana pembangunan daerah.
Senior Manager Commercial Regional 1 PT Pertamina Hulu Rokan Rahmat Keslani menilai keberhasilan proyek Sengeti membuka peluang terbentuknya ekosistem gas bumi di Provinsi Jambi. Semakin banyak lapangan gas yang berhasil dikomersialkan, semakin besar peluang hadirnya industri berbasis gas beserta infrastruktur pendukungnya.
“Semakin banyak lapangan gas yang berhasil dikomersialkan, semakin besar peluang hadirnya industri berbasis gas serta pembangunan infrastruktur energi yang meningkatkan daya saing daerah,” kata Rahmat.
Pertamina Hulu Rokan juga mempercepat komersialisasi sejumlah lapangan lain. Lapangan Sungai Gelam kini menunggu penetapan alokasi, harga gas, dan izin prinsip tie-in atau penyambungan ke jaringan pipa. Sementara itu, Lapangan Puspa dan Puspa Asri masih dalam proses pengajuan alokasi dan harga gas, sedangkan Lapangan Simpang Tuan berada pada tahap kajian teknis dan keekonomian.
Baca Juga: IPA CONVEX 2026: PGN Siapkan Pasokan Gas Bumi untuk Jangka Panjang
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









