Sekolah Gratis Rempang Mulai Dibangun

Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra meninjau lokasi pembangunan Sekolah Rakyat Merah Putih di Rempang yang diproyeksikan menjadi kawasan pendidikan terpadu bagi masyarakat Batam.
Kepala BP Batam Amsakar Achmad bersama Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra meninjau lokasi pembangunan Sekolah Rakyat Merah Putih di Rempang, Selasa (14/7/2026). Foto: BP Batam

BATAM (gokepri) — Akses pendidikan gratis yang lebih layak bagi anak-anak mulai dipersiapkan melalui pembangunan Sekolah Rakyat Merah Putih di Rempang. BP Batam mulai menggarap kawasan pendidikan terpadu itu sebagai bagian dari program prioritas nasional untuk memperluas kesempatan belajar sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Sekolah ini tidak sekadar menambah ruang belajar. Kawasan pendidikan seluas 18,5 hektare itu dirancang menjadi lingkungan belajar terpadu yang mendukung pembentukan karakter, peningkatan kompetensi, serta daya saing peserta didik tanpa dipungut biaya.

Untuk memastikan proyek berjalan sesuai rencana, Kepala BP Batam Amsakar Achmad bersama Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra meninjau lokasi pembangunan di Rempang, Selasa (14/7/2026).

Baca Juga: Polemik Lahan Sekolah Rakyat di Rempang

Saat ini pembangunan memasuki tahap pembersihan lahan yang berada di atas Hak Pengelolaan Lahan (HPL) BP Batam. Tahap tersebut menjadi fondasi sebelum pekerjaan konstruksi dimulai.

Amsakar mengatakan BP Batam terus mengawal setiap tahapan pembangunan agar sesuai rencana dan standar teknis.

“BP Batam terus melakukan pengawasan terhadap program prioritas nasional tersebut agar setiap proses berlangsung secara terencana, aman, dan sesuai dengan standar teknis yang telah ditetapkan,” ujar Amsakar.

Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra meninjau lokasi pembangunan Sekolah Rakyat Merah Putih di Rempang yang diproyeksikan menjadi kawasan pendidikan terpadu bagi masyarakat Batam.
Kepala BP Batam Amsakar Achmad bersama Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra meninjau lokasi pembangunan Sekolah Rakyat Merah Putih di Rempang, Selasa (14/7/2026). Foto: BP Batam

Menurut Amsakar, pembangunan Sekolah Rakyat Merah Putih menjadi bagian dari upaya memperluas akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat. Program itu juga diharapkan mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai bekal menuju Indonesia Emas 2045.

Ia menambahkan, perhatian pemerintah pusat terhadap pembangunan sekolah tersebut menunjukkan komitmen negara untuk menghadirkan layanan pendidikan yang lebih merata. Karena itu, seluruh tahapan pembangunan perlu dikawal bersama agar selesai sesuai target.

Sementara itu, Li Claudia Chandra menilai keberhasilan proyek bergantung pada sinergi pemerintah dan masyarakat. Dukungan seluruh pemangku kepentingan dibutuhkan agar pembangunan berjalan lancar dan manfaatnya dapat segera dirasakan.

“Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi yang aman dan kondusif agar proses pembangunannya dapat diselesaikan dengan baik,” tegas Li Claudia.

Menurut Li Claudia, investasi terbaik bagi masa depan bangsa adalah investasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, pembangunan sarana pendidikan menjadi langkah strategis untuk menyiapkan generasi yang mampu menjawab kebutuhan pembangunan daerah maupun nasional.

Ia berharap Sekolah Rakyat Merah Putih di Rempang dapat menjadi contoh bagi pembangunan sekolah serupa di berbagai daerah. Kehadiran sekolah tersebut juga diharapkan membuka lebih banyak kesempatan bagi anak-anak Batam untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas tanpa terkendala biaya.

Baca Juga: BP Batam Jalankan Program Presiden Prabowo, Bangun Sekolah Rakyat di Rempang

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait