Kepri Masih kekurangan Dokter Spesialis

Kepala Dinkes Kepri Mohammad Bisri. Foto: ANTARA

Tanjungpinang (gokepri.com) – Provinsi Kepri kekurangan dokter spesialis. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kepri Mohammad Bisri menyebut Kepri masih kekurangan sekitar 102 dokter spesialis.

Di antaranya yang kekurangan ini di antaranya spesialis jantung, paru-paru dan radiologi.

“Misalnya dokter bedah jantung, kita butuh tujuh orang. Tapi yang ada sekarang baru tiga orang,” kata Bisri di Tanjungpinang, Kamis 13 Juli 2023.

HBRL

Baca Juga: 85 Persen Dokter Umum di Indonesia Dapat Gaji di Bawah Standar

Untuk mencetak kekurangan 4 orang lagi ini, kata dia tidak mudah. Butuh waktu dan proses yang lama.

Ia mengatakan mestinya tiap rumah sakit di Kepri ada satu orang dokter spesialis sehingga siap melayani saat dibutuhkan pasien.

Sebagian besar dokter spesialis di Kepri kata dia menerapkan metode substitusi untuk melayani masyarakat antar pulau, artinya mereka bekerja tidak hanya di satu pulau misalnya di Batam, tapi juga di Tanjungpinang.

“Secara aturan diperbolehkan, karena dokter spesialis dapat tiga izin praktik, misalnya dua di Batam dan satu di Tanjungpinang atau sebaliknya,” kata Bisri.

Ia mengatakan di Kepri memang terdapat Fakultas Kedokteran, salah satunya di Universitas Batam. Sayangnya kata Bisri hampir 60 persen mahasiswa berasal dari luar Kepri. Hal ini menyebabkan saat lulus mereka kembali ke daerahnya masing-masing.

Bisri mengatakan di Kepri ini ada satu daerah yang relatif memenuhi kuota dokter spesialis, yaitu Kabupaten Karimun.

“Itu karena sejak dulu Pemkab di sana sudah rutin menyekolahkan dokter spesialis,” ujarnya.

Secara bertahap Pemprov Kepri terus berupaya memenuhi kebutuhan dokter spesialis. Apalagi kehadiran RUU Kesehatan akan mendorong percepatan pendidikan dokter spesialis di Kepri.

Pemprov Kepri juga akan menyekolahkan sejumlah dokter spesialis di Kepri ke perguruan tinggi dalam negeri melalui program beasiswa Kementerian Kesehatan (Kemenkes) maupun secara mandiri.

Saat ini di Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) di Kota Tanjungpinang membuka Fakultas Kedokteran. Hal itu menjadi salah satu upaya untuk menunjang kebutuhan dokter spesialis di Kepri.

Bisri mendorong putra putri Kepri mendaftar ke Fakultas Kedokteran UMRAH karena kuota untuk mahasiswa lokal sebesar 50 persen.

Khusus untuk putra putri Kepri ada program beasiswa lewat jalur afirmasi. Namun sebelum itu mahasiswa harus ikut tes masuk Fakultas Kedokteran UMRAH dan lulus.

“Lalu minta rekomendasi dari masing-masing kabupaten/kota, misalnya Anambas dan Natuna,” kata Bisri.

Setelah lulus kuliah kedokteran mahasiswa kedokteran tersebut harus kembali dan mengabdi di daerah masing-masing.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: Antara

Pos terkait