Kepercayaan publik terhadap pemerintahan Prabowo–Gibran menguat. Survei terbaru menunjukkan mayoritas masyarakat puas, meski tantangan ekonomi global membayangi.
JAKARTA (gokepri) — Survei Poltracking Indonesia mencatat tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mencapai 75,1 persen. Angka ini menjadi indikator awal kuatnya legitimasi politik pemerintah di tengah tekanan situasi global.
Peneliti Utama Poltracking, Masduri Amwari, menyebut capaian tersebut sebagai modal persepsi publik yang positif. “Sebanyak 75,1 persen publik percaya,” kata Masduri dalam paparan daring, Senin, 13 April 2026.
Baca Juga: Motor Listrik di Program MBG
Dari total responden, 10,3 persen menyatakan sangat percaya dan 64,8 persen cukup percaya. Sementara itu, 21,2 persen responden menyatakan tidak percaya, dengan rincian 17,5 persen kurang percaya dan 3,7 persen sangat tidak percaya.
Selain kepercayaan, tingkat kepuasan terhadap kinerja pemerintah juga relatif tinggi. Survei mencatat 74,9 persen responden puas terhadap kinerja Prabowo. Rinciannya, 9 persen sangat puas dan 65,9 persen cukup puas. Adapun 23,5 persen menyatakan tidak puas.
Secara keseluruhan, tingkat kepuasan terhadap kinerja pemerintahan Prabowo–Gibran berada di angka 74,1 persen.
Masduri menjelaskan, salah satu faktor utama yang mendorong kepuasan publik adalah program makan bergizi gratis atau MBG. Program ini menyumbang 23 persen dari alasan kepuasan responden. “Disokong oleh kepuasan terhadap makan bergizi gratis,” ujarnya.
Selain itu, bantuan pemerintah yang dinilai tepat sasaran menyumbang 13,8 persen. Faktor kepemimpinan yang dianggap tegas dan berwibawa mencapai 10,2 persen. Sementara jaminan layanan kesehatan menjadi alasan bagi 5,9 persen responden.
Meski demikian, program makan bergizi gratis juga tidak lepas dari kritik. Di lapangan, implementasinya menuai perdebatan terkait efektivitas dan distribusi. Namun dalam survei ini, program tersebut tetap menjadi faktor dominan pembentuk persepsi positif.
Dari sisi metodologi, survei ini melibatkan 1.220 responden di seluruh Indonesia. Pengambilan sampel menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error 2,9 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.
Peneliti Poltracking Yoki Alvetro menjelaskan, responden dipilih secara berjenjang mulai dari tingkat provinsi hingga rumah tangga. Wawancara dilakukan secara tatap muka pada 2–8 Maret 2026 oleh surveyor terlatih.
Validasi data dilakukan dengan membandingkan hasil survei dengan data demografi Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2020. BISNIS.COM
Baca Juga: Botak Bersama, Menang Bersama
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









