Indonesia Gandeng Singapura-Malaysia Bangun Pusat Data Hijau

Pusat data indonesia
Ilustras data center atau pusat data. Foto: Getty Images

JAKARTA (gokepri) – Indonesia menggandeng Singapura dan Malaysia untuk membangun ekosistem data center regional berbasis energi bersih. Pemerintah melihat kerja sama tiga negara sebagai cara memperkuat daya saing industri digital sekaligus memastikan kebutuhan listrik besar untuk data center dipenuhi tanpa menambah emisi. Langkah ini selaras dengan upaya mengejar target Net Zero Emission 2060.

Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, pembahasan trilateral mencakup pengembangan data center di Indonesia, Singapura, dan Johor dalam satu pasar terintegrasi. Kerja sama ini didorong oleh kebutuhan energi bersih yang terus meningkat seiring pertumbuhan industri digital. “Kami sedang membicarakan pengembangan data center trilateral,” katanya di Jakarta, Kamis 20 November 2025.

Proyek ini bertumpu pada pembangunan Green Super Grid, jaringan transmisi listrik hijau sepanjang sekitar 70 ribu kilometer yang dirancang membentang dari Sumatera hingga Nusa Tenggara. Jaringan ini disiapkan untuk menyalurkan energi terbarukan ke titik-titik industri digital. Ketika terhubung ke Kepulauan Riau, Grid ini akan mengalirkan energi bersih ke Batam—yang kini menjadi simpul pengembangan data center—hingga rencana ekspansi ke Bintan. “Kita sudah punya MoU suplai energi bersih ke Singapura,” ujar Airlangga.

HBRL

Melalui jalur transmisi itu, Indonesia ingin menempatkan diri sebagai pemasok energi hijau utama bagi pusat data regional. Bagi Singapura dan Malaysia, kolaborasi ini membuka akses ke suplai listrik terbarukan yang stabil—syarat penting untuk ekspansi industri data center yang kian energi-intensif.

Aspek teknis dan kelayakan proyek sedang didalami lewat studi bersama yang dipimpin Bappenas bersama Sumitomo Corporation, Kansai Electric Power, dan Summit Niaga Indonesia. Studi ini menilai bagaimana integrasi jaringan listrik hijau dapat dilakukan bertahap dan mengapa model kerja sama lintas negara ini lebih realistis di kawasan yang kebutuhan listriknya melonjak.

Jika proyek ini berjalan sesuai rancangan, Indonesia tidak hanya menjadi tuan rumah data center, tetapi juga pemasok energi hijau untuk industri digital Asia Tenggara. Pemerintah menilai posisi itu dapat memperkuat peran Indonesia dalam rantai nilai ekonomi digital, sekaligus menjaga agar pertumbuhan industri tidak berbenturan dengan komitmen penurunan emisi negara. ANTARA

Baca Juga: Raksasa Teknologi Dunia Bangun Pusat Data di Batam

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait