Raksasa Teknologi Dunia Bangun Pusat Data di Batam

Pusat data indonesia
Ilustras data center atau pusat data. Foto: Getty Images

BATAM (gokepri) – Batam semakin memantapkan diri sebagai pusat ekonomi digital Indonesia. Sejumlah perusahaan teknologi besar dunia disebut telah menanamkan investasi untuk membangun pusat data (data center) dan infrastruktur kecerdasan buatan (AI) di kota industri itu.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan proyek data center menjadi salah satu fokus investasi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. “Hampir semua perusahaan teknologi besar sudah membangun pusat data di Batam,” ujar Airlangga dalam acara Permata Bank Wealth Wisdom 2025: Navigating Indonesian Economy and Global Shifts, dikutip dari kanal YouTube Bank Permata, Selasa, 7 Oktober 2025.

Airlangga menyebut pengembangan data center dan teknologi AI di Batam sejalan dengan upaya memperkuat konektivitas digital nasional. Selain sektor digital, pemerintah juga tengah menggenjot investasi di bidang pelabuhan, jalan tol, bandara, serta infrastruktur energi.

HBRL

Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM mencatat, investasi pada industri data center di Batam sudah mencapai ratusan miliar rupiah, didominasi penanaman modal asing dari Singapura, Hong Kong, Amerika Serikat, Malaysia, dan India.

“Indonesia tidak hanya mencatat rekor baru dalam investasi digital, tetapi juga memperkuat posisinya sebagai gerbang infrastruktur digital Asia Tenggara,” kata Imam Soejoedi, Staf Ahli Bidang Ekonomi Makro BKPM, dalam acara Schneider Electric Innovation Day Batam 2025 di Hotel JW Marriott Harbour Bay, Batam, April lalu.

Tahun 2024, total realisasi investasi di Kepulauan Riau mencapai Rp35,36 triliun, dengan kontribusi terbesar berasal dari Batam sebesar Rp25,47 triliun. Dari jumlah itu, sektor data center dan telekomunikasi menyumbang Rp446,78 miliar.

Selain digitalisasi, pemerintah juga menyiapkan kebijakan untuk memperkuat transisi energi bersih. Airlangga mengatakan Presiden Prabowo menargetkan pembangunan pembangkit tenaga surya (solar cell) di setiap desa dan wilayah urban.

“Satu hektare solar cell bisa menghasilkan satu megawatt energi. Kita mulai dari proyek percontohan sebelum diperluas ke wilayah lain,” ujar Airlangga. Langkah itu diharapkan bisa memperkuat fondasi energi nasional yang efisien dan berkelanjutan di tengah meningkatnya kebutuhan listrik dari pusat-pusat data. BISNIS.COM

Baca Juga: Investasi Rp6 Triliun, Batam Jadi Lokasi Pusat Data Kuantum AI Pertama Asia

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait