Apa Dampak Investasi Apple untuk Industri Teknologi Indonesia?

Investasi apple batam
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita meninjau fasilitas peserta program Apple Developer Academy dan Apple Developer Institute di Jakarta, Selasa (21/4/2026). Foto: Kemenperin

JAKARTA (gokepri) — Investasi Apple di Indonesia melalui skema tingkat komponen dalam negeri (TKDN) senilai 160 juta dollar AS periode 2026–2028 dinilai belum sebanding dengan negara tetangga. Kondisi ini menempatkan penguatan industri teknologi nasional dan penyerapan tenaga kerja sebagai pekerjaan rumah yang belum selesai.

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia Chalim menyatakan, Apple mulai menjalankan produksi AirTag di Batam, Kepulauan Riau, serta komponen AirPods Max di Bandung, Jawa Barat. Produk AirTag dari Batam bahkan telah memasuki pasar ekspor ke Amerika Serikat.

“Pabrik di Batam ini menjadi fasilitas pertama yang memproduksi AirTag dan produknya sudah mulai ekspor ke Amerika Serikat,” ujar Chusnunia Chalim, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, di Jakarta, Rabu (23/4/2026).

HBRL

Baca Juga: MacBook Neo, Jurus Apple Menembus Pasar Laptop Murah

Selain produksi, Apple juga memperluas investasi melalui pengembangan sumber daya manusia. Perusahaan itu berencana membangun Apple Developer Institute sebagai pusat pelatihan talenta digital.

Apple telah membuka lima fasilitas pengembangan tersebut di Indonesia, yakni di Surabaya, Batam, Tangerang, serta dua lokasi di Jakarta. Program ini berfokus pada pengembangan kemampuan pemrograman dan inovasi aplikasi.

Mengacu pada Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 29 Tahun 2017, perusahaan dapat memenuhi kewajiban TKDN melalui tiga skema, yakni manufaktur, aplikasi, atau pengembangan inovasi. Skema ini menjadi dasar bagi perusahaan global untuk berinvestasi di sektor teknologi dalam negeri.

Apple memilih skema pengembangan inovasi untuk memenuhi ketentuan TKDN. Pilihan ini tidak mewajibkan pembangunan pabrik utama seperti produksi iPhone di Indonesia.

Menurut Chusnunia, pabrik perakitan AirTag di Kawasan Industri Tunas Industrial Prima Batam berpotensi menyerap tenaga kerja lokal. Namun, skala investasi tersebut masih relatif kecil dibandingkan negara lain di kawasan.

Ia mencontohkan, Apple menginvestasikan lebih dari Rp 256 triliun di Vietnam untuk produksi MacBook, iPad, Apple Watch, dan AirPods. Investasi itu menyerap sekitar 200.000 tenaga kerja.

“Investasi Apple di Indonesia dan Vietnam masih berbeda jauh. Vietnam sudah menjadi basis produksi besar dengan penyerapan tenaga kerja yang tinggi,” ujar Chusnunia.

Ia menilai, Indonesia perlu mendorong peningkatan investasi agar tidak hanya berfokus pada pengembangan talenta, tetapi juga pada manufaktur skala besar.

“Kehadiran Apple perlu memberi dampak pada penguatan industri dan penciptaan lapangan kerja. Itu yang perlu terus didorong ke depan,” kata Chusnunia. ANTARA

Baca Juga: Apple Bangun Pabrik AirTag di Batam, Investasi AS Tetap Berjalan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait