Tanjungpinang (gokepri.com) – Harga daging ayam dan sapi di Tanjungpinang naik. Kenaikan harga daging ayam mencapai Rp6 ribu sedangkan daging sapi mengalami kenaikan hingga Rp10 ribu.
Pantauan Gokepri.com di pasar Bintan Center Tanjungpinang daging ayam potong saat ini dijual dengan harga Rp45 ribu per kilogram. Padahal sebelumnya hanya Rp38 ribu per kilogam.
Sementara, daging sapi segar dijual dengan harga Rp160 per kilogram. Padahal sebelumnya hanya Rp150 ribu per kilogram.
Baca Juga: Warga Tanjungpinang Jangan Cemas, Harga Beras di Pasaran Aman
Pedagang menyebut, kenaikan harga daging ini sudah terjadi sejak sepekan. Kenaikan harga juga terjadi secara bertahap dari hari ke hari.
“Naiknya bertahap dari 38, 40 , 41, 45 ini naiknya udah semingguan lah karena lagi kosong sekarang barangnya,” kata salah satu pedagang, Untung.
Menurut Untung, tingginya harga ayam dipicu akibat stok daging ayam yang mulai berkurang, ditambah datangnya bulan suci Ramadan menyebabkan harga ayam melambung tinggi. Begitu pula dengan daging sapi.
Dalam satu hari dirinya hanya menjual 1 ekor daging sapi potong untuk menjaga ketersediaan daging sapi yang semakin menipis.
“Sekarang di kandang 20 ekor lebih, sekarang setiap hari dipotong stok menipis suplai daging tidak bisa masuk terpaksa kami ambil sapi lokal, itu yang bikin harga naik,” katanya
Kadisdagin Tanjungpinang Riany menanggapi gejolak harga pangan dan ketersediaan di pasaran menjelang puasa. Disdagin terus melakukan survei lapangan setiap hari.
“Kami sekarang rutin melakukan peninjauan lapangan, terutama harga dan stok barang pokok penting seperti cabai, beras, minyak goreng dan lainnya,” tuturnya.
Selanjutnya, masyarakat juga harus memahami kondisi yang ada di lapangan agar tidak terjadi panic buying. Meski naik ia mengklaim stok kebutuhan pokok dalam kondisi aman.
“Hari ini kami datangkan langsung distributornya, baik itu beras, cabai, minyak goreng, daging, ayam, telur, gula dan lainnya dan memastikan ketersedian stok dan harganya,” terangnya.
Langkah lain yang dilakukan Disdagin untuk menekan inflasi, yaitu bekerja sama dengan Satgas Pangan, Tim Ekonomi Polresta, DP3, Bulog, Distributor Pangan, dan instansi terkait lainnya.
Melakukan koordinasi dan rapat intens untuk memastikan ketersedian pangan. Disdagin juga akan menyurati Disdagin Kepri untuk bantuan kemudahan transportasi kendaraan yang membawa logistik.
Setelah Disdagin Tanjungpinang menggelar operasi pasar selama dua hari di lokasi arah bandara Kecamatan Tanjungpinang Timur, nantinya selama Ramadan akan ada operasi pasar dari provinsi sebanyak empat kali.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Penulis: Engesti









