Ekspor Februari Meningkat, Singapura Jadi Negara Tujuan Terbesar

Ekspor kepri 2020
Ilustrasi. (Foto: Digital Seas)

Tanjungpinang (gokepri.com) – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepri merilis kinerja ekspor pada Februari 2021 mengalami peningkatan. Nilai ekspor mencapai US$1.203,68 juta atau naik 7,37 persen dibanding Januari 2021.

“Selama Februari 2021, Singapura menjadi negara tujuan ekspor nonmigas terbesar hingga mencapai US$267,59 juta dengan peranan terhadap kumulatif ekspor nonmigas sekitar 30,58 persen,” sebut BPS Kepri dalam keterangan resminya, Senin (15/3/2021).

Selain itu, Singapura juga menjadi negara tujuan ekspor migas terbesar yang mencapai US$191,05 juta dengan peranan terhadap kumulatif ekspor migas sebesar 78,26 persen.

Nilai ekspor Provinsi Kepri Februari 2021 terbesar melalui Pelabuhan Batu Ampar, mencapai US$456,66 juta. Kemudian Pelabuhan Tanjung Balai Karimun US$223,31 juta dan Pelabuhan Sekupang US$154,07 juta. Pelabuhan Kabil/Panau US$125,07 juta dan Pelabuhan Tarempa US$102,20 juta.
“Peranan kelima pelabuhan tersebut terhadap ekspor Januari-Februari 2021 mencapai 89,12 persen,” sebut BPS.

Ekspor nonmigas HS 2 digit terbesar selama Februari 2021 adalah golongan barang mesin/peralatan listrik (HS 85). Nilainya mencapai US$319,41 juta dengan peranan terhadap ekspor nonmigas Januari-Februari 2021 sebesar 35,02 persen.

Sementara ekspor migas Februari 2021 sebesar US$239,77 juta atau turun 0,16 persen dibanding Januari 2021. Ekspor nonmigas Februari 2021 mencapai US$963,91 juta atau naik 9,43 persen dibanding Januari 2021.

Penurunan ekspor migas juga terjadi di tingkat nasional. BPS mencatat nilai ekspor Februari 2021 turun tipis sebesar 0,19 persen menjadi USD15,27 miliar.

Kepala BPS, Suhariyanto mengatakan, pasar ekspor untuk komoditi migas pada Februari 2021 mencapai USD860 juta atau turun 2,63 persen jika dibandingkan Januari 2021 (month to month / mtom) senilai USD880 juta. Sementara ekspor produk non migas turun tipis 0,04 persen dari USD14,41 miliar menjadi USD14,40 miliar mtom. Namun secara tahunan ekspor produk migas masih mengalami kenaikan 6,90 persen.

Baca juga: Awal Tahun 2021, Ekspor Rumput Laut Batam Capai 506 Ton

“Ini terjadi karena adanya penurunan ekspor migas 2,63 persen dan non migas turun sangat tipis 0,04 persen,” ujarnya secara virtual. (wan)

Pos terkait