Freezer hingga Timbangan, Bekal Baru Nelayan Batam

Penyerahan bantuan sarana usaha perikanan kepada kelompok pengolah dan pemasar hasil perikanan di Sagulung, Batam.
Wali Kota Batam Amsakar Achmad menyerahkan bantuan sarana usaha kepada kelompok pengolah dan pemasar hasil perikanan di Sagulung, Batam, Senin 14 September 2026. Foto: Diskominfo Batam

BATAM (gokepri) – Pemko Batam memberikan peralatan usaha senilai sekitar Rp150 juta kepada 15 kelompok pengolah dan pemasar hasil perikanan. Bantuan itu mencakup freezer, alat masak, mixer, timbangan, dan perlengkapan lain untuk memperkuat kegiatan produksi.

Penyerahan bantuan berlangsung di Sagulung, Batam, Senin 14 September 2026. Penerimanya berasal dari kelompok pelaku usaha perikanan di wilayah hinterland dan mainland Kota Batam.

Peralatan yang diterima kelompok usaha cukup beragam sesuai kebutuhan pengolahan hasil perikanan. Ada chest freezer dan kotak pendingin untuk menjaga bahan tetap segar, sementara blender, mixer, kompor gas, kuali, kukusan, dan panci menunjang proses pengolahan.

Baca Juga: Bantuan Rp3,77 Miliar Menyasar 210 Nelayan Kecil Batam

Timbangan juga masuk dalam paket bantuan. Peralatan tersebut membantu kelompok menyiapkan dan mengolah produk dengan kapasitas yang lebih baik sebelum memasarkannya kepada konsumen.

Wali Kota Batam Amsakar Achmad mengatakan bantuan sarana usaha itu diarahkan untuk memperkuat kegiatan ekonomi masyarakat. Pemerintah berharap kelompok penerima dapat meningkatkan kapasitas produksi sekaligus mengembangkan usaha yang sudah berjalan.

“Sarana usaha yang disalurkan meliputi chest freezer, blender, kotak pendingin, kompor gas, kuali penggorengan, kukusan susun tiga tingkat, mixer, panci, dan timbangan,” kata Amsakar.

Bagi pelaku usaha pengolahan hasil perikanan, peralatan menjadi bagian penting dari rantai usaha. Hasil tangkapan atau budidaya tidak hanya perlu tersedia, tetapi juga perlu dijaga kualitasnya dan diolah menjadi produk yang memiliki nilai jual.

Amsakar menempatkan bantuan tersebut dalam kerangka pemberdayaan masyarakat. Menurut dia, pembangunan bukan hanya menghadirkan sesuatu yang belum tersedia, tetapi juga meningkatkan kemampuan yang sudah dimiliki masyarakat.

“Substansi pembangunan adalah mengadakan yang belum ada, meningkatkan yang sudah ada, dan memberdayakan masyarakat,” ujar Amsakar.

Ads bp batam 2026 baru

Karena itu, pemerintah meminta kelompok penerima tidak berhenti pada menerima bantuan. Peralatan tersebut harus masuk ke aktivitas usaha agar manfaat anggaran bisa dirasakan langsung oleh kelompok yang mendapatkannya.

“Saya harapkan kebijakan ini tidak terhenti pada seremoni saja,” kata Amsakar.

Bantuan peralatan tidak otomatis meningkatkan pendapatan kelompok usaha. Manfaatnya bergantung pada kemampuan penerima memanfaatkan sarana, menjaga peralatan, meningkatkan produksi, dan mengembangkan pemasaran.

Kepala Dinas Perikanan Kota Batam Yudi Atmajianto menjelaskan pemerintah memiliki tiga kelompok bidang usaha yang selama ini mendapat dukungan. Ketiganya mencakup usaha bersama, pembudidayaan ikan, serta kelompok pengolah dan pemasar hasil perikanan.

Penyaluran kali ini menyasar kelompok pengolah dan pemasar hasil perikanan. Sebanyak 15 kelompok menerima bantuan dengan total anggaran sekitar Rp150 juta.

“Untuk hari ini, bantuan diberikan kepada kelompok pengolah dan pemasar hasil perikanan,” kata Yudi.

Bantuan tersebut menyasar tahapan setelah hasil perikanan tersedia, yakni ketika komoditas perlu disimpan, diolah, ditimbang, dan disiapkan untuk dipasarkan. Dengan peralatan yang lebih memadai, kelompok usaha memiliki sarana untuk mengembangkan produk dan kapasitas produksinya.

Baca Juga: Dampak Listrik Surya Pulau Sembur untuk Ekonomi Nelayan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait