BATAM (gokepri) – Pemko Batam menggelar pasar murah di enam lokasi pada 15–17 September 2026. Warga bisa membeli beragam kebutuhan pokok, mulai dari beras, minyak goreng, telur hingga ikan, dengan harga distributor.
Pasar murah bergerak dari satu kawasan ke kawasan lain selama tiga hari. Pemerintah memilih lokasi yang tersebar agar masyarakat di sejumlah kecamatan bisa mendapatkan kebutuhan pokok tanpa harus datang ke satu titik.
Hari pertama, Selasa (15/9/2026), pasar murah hadir di Lapangan Bola Kampung Tua Tanjung Uma, Kecamatan Lubuk Baja, dan depan Kantor Camat Bengkong. Kegiatan berlangsung mulai pukul 08.30 hingga 12.00 WIB.
Baca Juga: Pasar Murah Tanjungpinang, Kesempatan Meringankan Belanja Rumah Tangga
Pada Rabu (16/9/2026), giliran Lapangan Bola Baloi Permai, Kecamatan Batam Kota, dan Fasum RW 12 Kavling Senjulung, Kelurahan Kabil, Kecamatan Nongsa. Sehari kemudian, Kamis (17/9/2026), pasar murah hadir di Flamboyan Community Centre, Kelurahan Sei Pelunggut, Kecamatan Sagulung, serta pelataran Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah, Kelurahan Tanjung Uncang, Kecamatan Batu Aji.
Barang yang tersedia bukan hanya beras dan minyak goreng. Warga juga dapat menemukan Minyakita, gula, telur, cabai, bawang merah, bawang putih, daging ayam, daging sapi, ikan segar, sayuran, dan buah-buahan.
Kebutuhan lain seperti tepung, mi, biskuit, kopi, susu, kacang-kacangan, serta LPG 3 kilogram juga tersedia. Pemko Batam menyebut stok komoditas yang disiapkan mencukupi untuk kegiatan tersebut.
Harga menjadi daya tarik utama pasar murah. Pemko menyebut barang dijual dengan harga distributor dan lebih rendah dibandingkan harga pasar.
Pasar murah tersebut digelar ketika harga kebutuhan sehari-hari masih menjadi perhatian pemerintah daerah. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam menunjukkan inflasi Batam mencapai 4,03 persen secara tahunan pada Agustus 2026, dengan kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi salah satu penyumbang terbesar.
Bagi rumah tangga, tekanan harga pangan tidak berhenti pada angka inflasi. Perubahan harga beras, minyak goreng, telur, cabai, bawang, daging, dan ikan langsung memengaruhi uang yang harus disiapkan untuk kebutuhan sehari-hari.
Wali Kota Batam Amsakar Achmad mengatakan pasar murah menjadi salah satu cara pemerintah menjaga harga sekaligus membantu masyarakat memenuhi kebutuhan. Menurut dia, daya beli masyarakat perlu tetap terjaga ketika harga kebutuhan pokok bergerak naik.
“Operasi pasar murah ini merupakan bagian dari upaya kami menjaga stabilitas harga,” ujar Amsakar, Senin (14/9/2026).
Pelaksanaan pasar murah juga memperlihatkan bahwa pemerintah tidak bekerja sendirian dalam menjaga ketersediaan barang. Pemko Batam menggandeng sekitar 50 pelaku usaha bersama sejumlah distributor dan badan usaha yang berkaitan dengan kebutuhan pokok.
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam menggandeng Asosiasi Distributor Kota Batam (ADKB) dan Perum Bulog Batam. Pertamina SAM Kepri beserta agen dan pangkalan LPG turut terlibat, bersama mitra binaan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian serta Dinas Perikanan Kota Batam.
Kolaborasi tersebut membuat pasar murah tidak sekadar menjadi tempat penjualan barang dengan harga lebih terjangkau. Kegiatan itu juga mempertemukan pemerintah dan pelaku usaha untuk menjaga barang tetap tersedia di tengah kebutuhan masyarakat.
“Kami perlu memastikan pasokan tersedia dan harga tetap terkendali,” kata Amsakar.
Pemerintah daerah berharap manfaat pasar murah langsung dirasakan warga, terutama mereka yang membutuhkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.
Baca Juga: Jelang Idulfitri, Pemko Batam Siapkan Operasi Pasar Murah Kendalikan Harga Pangan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









