BATAM (gokepri.com) – Program Desa Wisata dinilai efektif mengembangkan potensi pariwisata yang mendatangkan wisatawan. Di Kepri, Dinas Pariwisata setempat mendorong lebih banyak lagi desa pariwisata muncul.
Dinas Pariwisata Kepri meminta Desa Wisata yang ada di kabupaten/kota lebih kreatif dan inovatif mengembangkan potensi di wilayah setempat.
Plt Kepala Dinas Pariwisata Kepri Luki Zaiman mengatakan hal itu perlu dilakukan untuk meningkatkan wisatawan ke Kepri melalui desa wisata. Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan stakeholder daerah agar pengembangan desa wisata bisa digesa. “Kami coba dudukkan bersama Pemerintah kabupaten/kota untuk bisa memacu desa-desa wisata di daerah kita,” dia saat dihubungi Rabu 2 November 2022.
Baca Juga: Kampung Tua Bakau Serip Juara 3 Anugerah Desa Wisata Kategori Suvenir
Ia mengatakan banyak desa wisata di Kepri yang masih butuh perhatian serius. Bahkan ia meminta pengurus desa wisata di kabupaten/kota untuk mendaftarkan desanya agar bisa masuk ke nominasi anugerah desa wisata. “Kami minta didaftarkan agar banyak nominasi yang kita menangkan,” kata dia.
Sebagai gambaran, Sebanyak empat desa wisata di Provinsi Kepulauan Riau berhasil lolos 300 besar dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022.
Desa wisata di Provinsi Kepri yang lolos tersebut adalah Desa wisata Mekar Jaya di Kabupaten Natuna, Desa wisata Benan dan Desa wisata Resun di Kabupaten Lingga dan Desa wisata Kampung Tua Bakau Serip di Kota Batam.
Kampung Tua Bakau Serip berhasil menjadi juara tiga kategori suvenir dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022 dan masuk 50 desa wisata terbaik.
ADWI 2022 merupakan ajang kompetisi Desa inovatif dan kreatif dengan konsep wisata yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).
Malam ADWI 2022
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menuntaskan visitasi ke 50 desa wisata di Tanah Air dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022.

Dengan adanya 50 desa wisata terbaik dalam ADWI 2022, lanjutnya, diharapkan dapat menjadi simbol kebangkitan ekonomi Indonesia pasca pandemi COVID-19.
“Tujuan program ADWI ini agar semakin mendorong daya ungkit bagi ekonomi desa dan sebagai wahana promosi untuk desa-desa wisata di Indonesia kepada wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara,” ucapnya di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, lewat keterangan resmi, Selasa 1 November 2022.
Para pemenang disebut akan diberikan pendampingan agar semakin kompetitif dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk perkiraan ancaman resesi global di tahun depan.
“Namun, saya yakin dengan desa wisata kita mampu memberikan solusi untuk kebangkitan ekonomi kita. Saya ucapkan selamat, termasuk desa wisata terfavorit Buluh Duri yang mengembangkan potensi alam dan mampu mendapatkan 140 ribu likes di sosial media,” ungkap dia.
Semua program ADWI akan dilengkapi dengan pelatihan, pendampingan, termasuk pemasaran potensi wisata dan produk-produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menggandeng mitra seperti BCA, ASTRA, GRAB, dan ADIRA untuk mendukung pembiayaan di desa wisata.
Sebagai dukungan terhadap pencapaian Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, Kemenparekraf menargetkan tahun 2024 bakal ada 244 desa wisata yang telah tersertifikasi sebagai desa wisata mandiri.
Tahun 2023, lanjut Sandiaga, Kemenparekraf juga menargetkan 75 desa wisata terkurasi yang berarti ada penambahan 50 persen dari tahun sebelumnya.
“Tahun lalu saya road trip dan tahun ini juga saya road trip, setiap desa memiliki kesan tersendiri, dan rata-rata saya tidur di homestay dan penginapan sekitar desa tersebut untuk merasakan kehangatan masyarakat di sana. Jadi kekuatan desa ini selain alam dan budaya adalah masyarakatnya, Nature, Culture, and People,” ujar Menparekraf.
Untuk Nama-Nama Desa Penerima Penghargaan Malam Anugerah ADWI 2022 bisa dilihat melalui laman https://jadesta.kemenparekraf.go.id/ .
Baca Juga: Gurihnya Bisnis Hotel di Batam
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Penulis: Engesti








