Data Sementara Korban Longsor Natuna, Total Pengungsi 934 Orang

Korban bencana longsor di Serasan, Natuna di salah satu pengungsian. Foto: Humas Polda Kepri.

NATUNA (gokepri.com) – Tim Gabungan Tanggap Bencana Serasan dan Serasan Timur yang dipimpin Bupati Natuna Wan Siswandi dan Kapolres Natuna AKBP Nanang Budi Santosa merilis data sementara korban bencana longsor di Serasan, Natuna.

Rombongan Kapolres Natuna, Bupati Natuna, kepala Basarnas Natuna Abdul Rahman, Kasdim Mayor Inf Janner Aruan dan personel TNI, Polri, Basarnas BPBD Natuna dan unsur terkait lainnya tiba di Pulau Serasan pada pukul 23.00 WIB, Selasa 7 Maret 2023.

Perjalanan dari Ranai Natuna menuju Serasan ditempuh dalam 7 jam perjalanan. Sampai di lokasi rombongan langsung meninjua dan menemui masyarakat yang mengungsi akibat bencana tanah longsor.

HBRL

Kapolres Natuna AKBP Nanang Budi Santosa mengatakan saat ini masih ada puluhan orang dinyatakan hilang dan 27 rumah tertimbun material tanah longsor.

“Untuk evakuasi terus kami lakukan, namun dengan kewaspadaan tinggi, karena tanah masih labil dan masih terjadi longsor susulan,” ujarnya, Selasa 7 Maret 2023, dikutip dari keterangan persnya.

Sementara untuk korban hilang, Nanang masih berharap ada keajaiban dan terus berdoa agar mereka selamat.

Proses pertolongan, pencarian dan evakuasi korban dilanjutkan pagi ini bersama jajaran TNI, Pemda, Basarnas dan BPBD serta relawan.

Untuk data korban berdasarkan rilis Tim Gabungan Tanggap Bencana Serasan sementara saat ini, korban meninggal sebanyak 10 orang, dinyatakan hilang 42 orang, korban luka berat 4 orang dan korban kritis 4 orang.

“Korban kritis dikirim ke Pontianak pagi ini,” kata Nanang.

Sementara itu untuk data pengungsi terdapat total 934 orang. Pengungsi di PLBN sebanyak 219 orang, pengungsian di Puskesmas 215 orang, pengungsian di Pelimpak dan Masjid Alfurqon sebanyak 500 orang.

Nanang mengimbau seluruh masyarakat Natuna yang berada di kaki bukit atau di bawah tebing yang rawan bencana longsor, untuk dapat mengungsi di tempat tempat yang aman.

“Ini semua mengingat intensitas curah yang masih cukup tinggi, sebagai langkah antisipasi dan kewaspadaan agar tidak ada korban jiwa,” ujarnya.

Bupati Natuna Wan Siswandi mengatakan hujan selama 4 hari berturut-turut mengakibatkan banjir melanda Desa Genting yang berada dibawah kaki bukit.

“Saat banjir surut, warga beramai ramai membersihkan rumahnya, naas saat itu tanah longsor langsung menghantam warga yang sedang gotong royong,” kata Wan Siswandi.

Untuk saat ini komunikasi di daerah bencana longsor masih mengalami gangguan. Evakuasi dilakukan oleh Polres Natuna berjumlah 35 orang, Kodim 0318 Natuna 11 personel, Basarnas 37 personel, BPBD 15 orang, Damkar 17 orang, Komposit Gardapati 25 personel, Satpol PP 5, Dokter 3 orang, perawat 1 orang dan dibantu oleh relawan.

Sementara itu, informasi terbaru dari Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepulauan Riau (Kepri) Muhammad Hasbi melaporkan bahwa korban meninggal bertambah menjadi sebanyak 15 orang.

Baca Juga: Update Longsor Natuna: Korban Meninggal 15 Orang

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Asrul Rahmawati

Pos terkait