Ansar Minta Nelayan Natuna yang Ditahan Malaysia Dilepas

honorer fiktif dprd kepri
Gubernur Kepri Ansar Ahmad. Foto: Gokepri.com/Muhammad Ravi

Natuna (gokepri.com) – Gubernur Kepri Ansar Ahmad meminta Malaysia melepaskan nelayan Natuna yang sampai saat ini masih ditahan di negara tersebut.

Menurut Ansar jika menunggu proses hukum akan sangat panjang dan lama. Sehingga ia meminta keringanan kepada Pemerintah Malaysia.

“Jadi kita minta (kepada Malaysia) bisa-lah diberikan diskresi (pengecualian) melalui diplomasi,” ucap Ansar di Natuna, Rabu 8 Mei 2024.

Baca Juga: Nelayan Kepri Diminta Hati-hati saat Melaut di Perbatasan 

Ia berharap Malaysia memberikan kelonggaran hukum, apalagi nelayan tersebut merupakan nelayan-nelayan tradisional. Mereka juga menggunakan alat tangkap yang tidak berdampak pada kerusakan ekosistem laut.

“Kita berharap pemerintah Malaysia tolak angsur-lah, kadang nelayan-nelayan kecil kita ini kurang memahami juga wilayah tangkap,” kata Ansar.

Ia menegaskan Pemerintah Provinsi Kepri terus berupaya untuk mencari jalan terbaik dalam menangani kasus-kasus yang tengah dihadapi oleh para nelayan dan sesuai dengan wewenang dan aturan yang berlaku.

“Kita harap pemerintah Malaysia seperti Sarawak Kucing, bisa memberikan pengertiannya (melepaskan nelayan tradisional yang memasuki wilayah Malaysia) dan kita juga akan terus berupaya memberikan pembinaan kepada nelayan kita,” ujarnya.

Ansar mengatakan pihaknya telah mengirimkan surat kepada Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) agar pemerintah pusat mendampingi dan memantau proses hukum para nelayan di Malaysia.

“Kita juga terus berkomunikasi dengan Konjen terkait hal ini,” ujarnya.

Sebelumnya, Tiga kapal nelayan tradisional asal Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau (Kepri) ditangkap di perairan Malaysia pada 18 April 2024. Ada delapan orang nelayan yang ada di dalam kapal tersebut.

Kapal yang digunakan nelayan tersebut berkapasitas di bawah lima Gross tonnage (GT). Sedangkan alat tangkap ikan yang digunakan adalah pancing.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: Antara

BAGIKAN