Nelayan Kepri Diminta Hati-hati saat Melaut di Perbatasan 

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kepri, Said Sudrajat. Foto: Gokepri.com/Engesti

Tanjungpinang (gokepri.com) – Para nelayan di Kepulauan Riau (Kepri) diminta untuk berhati-hati saat melaut di perbatasan dengan negara tetangga.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kepri Said Sudrajad. Ia mengatakan, belakangan ini cukup banyak nelayan Kepri yang diamankan oleh kepolisian Malaysia sebab diduga melanggar batas tersebut.

“Kita imbau agar nelayan selalu berhati-hati saat di laut perbatasan,” kata dia, kemarin.

Baca Juga: Delapan Nelayan Natuna Ditangkap di Perairan Malaysia

Ia mencontohkan soal 8 nelayan asal Kabupaten Natuna yang ditangkap oleh Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM), Jumat kemarin.

Menurut dia para nelayan itu belum sepenuhnya melewati batas wilayah perbatasan. Namun, sudah terlanjur diamankan oleh APMM. Kondisi ini juga menjadi perhatian Pemerintah Daerah demi memberikan kenyamanan bagi para nelayan Kepri.

“Kalau menurut kita itu belum masuk wilayah mereka,” katanya.

Said mengakui, kondisi para nelayan di Kepri saat ini memang masih cukup tradisional. Para nelayan belum memiliki perangkat navigasi yang modern.

Kendati demikian, DKP Kepri akan melakukan sosialisasi agar para nelayan lebih memahami batas laut Kepri.

Semetara itu, Pemprov Kepri juga terus mencoba berkomunikasi dengan kementerian untuk memulangkan 8 nelayan yang ditangkap itu.

Ads bp batam 2026 baru

“Kami terus lakukan komunikasi dengan kementerian dan gubernur, kami juga sudah surati bahwa ini batas negara kita,” ucap Said.

Menurut dia, kebanyakan nelayan tidak ingat wilayah perbatasan jika sudah berada di laut. Apalagi jika cuaca dan kondisi ikan sedang banyak.

“Namanya nelayan ini kalau sudah di laut itu enak. Laut itu ibaratkan kayak kita hanyut tangkap sana tangkap sini, ” tambahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Engesti

Pos terkait