Melestarikan Permainan Tradisional Melalui Pertandingan Gasing

Bupati Natuna Wan Siswandi saat memangkah gasing pada pertandingan gasing di Natuna, Minggu (8/9/2024). Foto: ANTARA

Natuna (gokepri.com) – Permainan gasing merupakan salah satu permainan tradisional dalam tradisi Melayu. Untuk melestarikannya, Pemerintah Kabupaten Natuna menggelar pertandingan gasing, Minggu 8 September 2024.

Bupati Natuna Wan Siswandi mengatakan pertandingan yang diadakan di Kecamatan Bunguran Timur ini akan digelar selama 22 hari. Sebanyak 40 tim akan ikut dalam pertandingan tersebut memperebutkan total hadiah uang jutaan rupiah.

Wan mengatakan permainan gasing meruoakan permainan khas Natuna yang ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda (WBTB) pada tahun 2010.

HBRL

Baca Juga: Merawat Tradisi, Dispora Karimun Gelar Lomba Gasing dan Layang-layang

Untuk mendapatkan pengakuan itu membutuhkan biaya, tenaga dan pemikiran. Oleh karenanya, di masa kepemimpinannya, permainan tradisional itu diupayakan terus diselenggarakan pada kegiatan tertentu, salah satunya peringatan hari ulang tahun (HUT) kabupaten.

“Ini permainan tradisional kita, jadi harus kita pelihara,” ujarnya, Minggu 8 September 2024.

Ia menatakan merawat budaya merupakan tugas bersama dan di setiap permainan tradisional pasti mengajarkan nilai-nilai kehidupan.

Permainan gasing mengajarkan pemainnya untuk sabar, tekun dan sportif. Pemain gasing diwajibkan untuk sabar menunggu giliran bertanding dan menunggu gasing berhenti berputar saat bertanding.

Kemudian juga tekun untuk menciptakan gasing yang andal. Pemain harus mencari kayu yang bagus ke dalam hutan, membuat dan merawat dengan baik dan benar. Sportif, pemain diajarkan untuk menerima kekalahan dan menghormati keputusan panitia.

“Ada nilai yang diajarkan di permainan ini,” kata Wan.

Ia berharap kegiatan itu bisa menjadi ajang silaturahmmi sekaligus mengenalkan permainan tradisional kepada masyarakat, terutama pada anak-anak. ANTARA

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait