Dermaga Apung HDPE Jadi Penunjang Konektivitas dan Pariwisata Kepri

pariwisata biru kepri coral
Kepala Dispar Kepri Guntur Sakti mendampingi kunjungan peserta IDF di Kepri Coral, Selasa (19/12/2023). Foto: Dok. Dispar Kepri

Tanjungpinang (gokepri) – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau terus berkomitmen meningkatkan konektivitas antarwilayah pesisir di daerahnya dengan membangun dermaga apung HDPE (High Density Poly Ethylene).

Hingga saat ini, enam dermaga apung HDPE telah dibangun, yaitu di Sedanau Natuna, Pantai Indah Kijang Kabupaten Bintan, Pulau Penyengat Tanjungpinang, Tarempa Anambas, Bandara Tambelan Bintan, dan Tanjungbuton Daik.

Baca Juga:

HBRL

“Pembangunan dermaga apung HDPE merupakan bagian dari komitmen Pemprov Kepri dalam memperkuat sistem konektivitas antarwilayah,” kata Gubernur Kepri Ansar Ahmad di Tanjungpinang, Sabtu.

Lebih dari sekadar meningkatkan konektivitas, keberadaan dermaga apung HDPE ini diyakini akan mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi di Kepri.

“Dermaga apung HDPE dapat memperlancar arus barang serta orang yang bermuara kepada peningkatan sektor pariwisata, serta bertumbuhnya wilayah ekonomi baru di kawasan pesisir,” ujar Ansar.

Kemudahan akses yang dimungkinkan oleh dermaga apung HDPE ini diharapkan dapat menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke Kepri yang terkenal dengan keindahan alamnya yang memukau.

“Demikian pula terhadap perkembangan sektor wisata, karena nyamannya aksesibilitas tentu berpengaruh terhadap minat wisatawan untuk berkunjung,” ungkap Ansar.

Keunggulan dermaga apung HDPE terletak pada ketahanannya yang tinggi, dengan usia pakai hingga di atas 40 tahun, dan ramah lingkungan.

Dermaga ini juga sangat fleksibel karena permukaannya akan tetap sama, menyesuaikan kondisi pasang surut air laut.

“Kita berharap dermaga apung HDPE ini akan menjawab tantangan terbesar dalam membangun sistem konektivitas di Kepri,” ujar Ansar.

Menurutnya, Kepri sebagai provinsi dengan geografis terdiri dari 96 persen laut, tentu sangat membutuhkan infrastruktur berupa dermaga yang layak.

“Kepri dengan sekitar 1.350 pulau memiliki keterbatasan infrastruktur dermaga. Hal ini menjadi penghambat kelancaran arus barang dan orang antarwilayah di Kepri maupun ke daerah lain,” kata Ansar.

Pemprov Kepri berkomitmen untuk terus memperbanyak dermaga apung HDPE agar akses orang dan barang menjadi lancar, dengan harapan perekonomian Kepri akan meningkat.

Ia optimistis lancarnya aksesibilitas yang menghubungkan setiap wilayah di Kepri dan ke luar daerah akan meningkatkan sektor perdagangan, pariwisata, perikanan, serta sektor-sektor terkait yang bermuara kepada meningkatnya kesejahteraan masyarakat.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau, Guntur Sakti, menyampaikan target kunjungan Wisatawan Mancanegara (Wisman) ke Kepulauan Riau tahun 2024 sebesar 3 juta kunjungan melalui 4 pintu masuk internasional yang ada, yaitu pintu masuk pelabuhan internasional di Kabupaten Bintan, Kabupaten Karimun, Kota Tanjungpinang, serta melalui pintu masuk pelabuhan dan bandara internasional di Kota Batam.

Sementara itu, jumlah kunjungan Wisman ke Kepulauan Riau selama Januari-November 2023 sebanyak 1,53 juta kunjungan. Jumlah kunjungan Wisman ke Kepulauan Riau di tahun 2024 yang ditargetkan meningkat menjadi dua kali lipat ini mendorong Guntur Sakti menyiapkan strategi untuk dapat memenuhi target tersebut.

Penulis: Engesti Fedro

Cek Berita dan Artikel yang lain diĀ Google News

Pos terkait