BATAM (gokepri) — Dugaan penolakan pasien anak di Klinik Kimia Farma Sekupang, Batam, Kepulauan Riau, menjadi sorotan setelah video dan narasi peristiwa itu beredar di media sosial. Menyusul polemik tersebut, PT Kimia Farma Diagnostika membuka investigasi internal untuk menelusuri kronologi dan memastikan kepatuhan terhadap standar pelayanan kesehatan.
Perusahaan menyatakan telah berkomunikasi dan bertemu dengan keluarga pasien untuk memperoleh penjelasan langsung mengenai peristiwa yang terjadi. Langkah itu ditempuh sebagai bagian dari proses klarifikasi sekaligus evaluasi layanan.
Corporate Communication PT Kimia Farma Diagnostika, Anisa Husnu, menyebut perusahaan masih mengumpulkan fakta sebelum mengambil kesimpulan atas dugaan tersebut.
Baca Juga: Kimia Farma Kini Punya Laboratorium Medis di Tanjungpinang
“Perusahaan tengah melakukan investigasi internal secara menyeluruh untuk memperoleh pemahaman yang utuh dan objektif atas fakta yang terjadi,” ujar Anisa dalam keterangan tertulis yang diterima gokepri, Senin 25 Mei 2026.
Menurut Anisa, investigasi dilakukan dengan mengacu pada prinsip keselamatan pasien atau patient safety serta standar layanan yang berlaku di lingkungan perusahaan. Hasil penelusuran itu akan menjadi dasar penilaian dan tindak lanjut internal.
Ia menambahkan, perusahaan berkomitmen menjaga mutu pelayanan kesehatan yang profesional dan berorientasi pada keselamatan pasien.
“Setiap masukan dari masyarakat menjadi perhatian penting bagi perusahaan untuk melakukan perbaikan dan memastikan pelayanan kesehatan berjalan optimal secara berkelanjutan,” kata Anisa.
Kasus ini mencuat setelah beredar informasi di media sosial mengenai dugaan seorang dokter di Klinik Kimia Farma Sekupang menolak menangani pasien anak yang disebut mengalami muntah berulang.
Untuk diketahui, PT Kimia Farma Diagnostika adalah entitas usaha dari PT Kimia Farma Tbk (KAEF), bagian dari Biofarma Group, yang merupakan perusahaan layanan kesehatan terintegrasi dengan jejaring layanan Klinik dan Laboratorium Medis yang menjangkau seluruh masyarakat Indonesia.
Baca Juga: Akuisisi Shell Energy, Chandra Asri Targetkan Pengembangan Industri Energi dan Kimia di Indonesia
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









