Sekolah Rusak di Kepri Dapat Prioritas Perbaikan

Sekolah rusak di kepri
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti saat menyerahkan bantuan secara seremonial pada pihak sekolah di SMAN 1 Batam, Kepri, Selasa (12/5/2026). ANTARA/Amandine Nadja

Bantuan revitalisasi Rp 97 miliar diarahkan untuk memperbaiki sekolah rusak dan menambah ruang kelas agar kegiatan belajar lebih layak.

BATAM (gokepri) — Ratusan sekolah di Kepulauan Riau mulai mendapat tambahan ruang kelas dan perbaikan bangunan untuk mengurangi sistem belajar dua sif serta memperbaiki fasilitas pendidikan yang rusak. Pemerintah pusat menyiapkan anggaran Rp 97 miliar untuk revitalisasi 107 satuan pendidikan di wilayah kepulauan tersebut pada 2026.

Program itu menyasar sekolah dari jenjang taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas, terutama sekolah dengan kondisi rusak berat dan berada di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar atau 3T.

HBRL

Baca Juga: Mulai Januari 2026, Bus Sekolah Baru Siap Layani Pelajar Hinterland Batam

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengatakan revitalisasi sekolah menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan layak bagi siswa.

“Untuk tahun 2026 akan ada 107 satuan pendidikan di Kepri yang menerima bantuan revitalisasi dan anggarannya Rp 97 miliar dari jenjang TK hingga SMA,” ujar Abdul Mu’ti saat penyerahan bantuan revitalisasi pendidikan 2026 di SMA Negeri 1 Batam, Selasa (12/5/2026).

Menurut Mu’ti, pemerintah memprioritaskan sekolah dengan kerusakan berat dan sekolah di wilayah kepulauan yang selama ini menghadapi keterbatasan sarana pendidikan.

“Kami ingin menciptakan sekolah yang aman dan nyaman. Kami prioritaskan di daerah 3T seperti di Kepri dan juga sekolah yang kondisinya sudah rusak,” katanya.

Dalam kunjungan kerjanya ke Batam, Mu’ti juga meninjau sejumlah sekolah penerima bantuan revitalisasi, bantuan Program Indonesia Digital, serta pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.

Beberapa sekolah penerima bantuan antara lain SMA Negeri 1 Batam, SMA Negeri 2 Batam, SMA Negeri 19 Batam, SD Negeri 001 Sei Beduk, SMP Kristen Citra Bahtera Hayat, dan TK Pembina III Batam.

Salah satu perhatian pemerintah tertuju pada SD Negeri 001 Batam. Sekolah itu sebelumnya hanya masuk skema rehabilitasi bangunan, tetapi kini dipertimbangkan mendapat tambahan ruang kelas baru.

“SD 001 Kota Batam yang tadi kami kunjungi awalnya hanya rehab. Nanti akan kami alokasikan untuk penambahan ruang kelas baru,” ujar Mu’ti.

Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura berharap program revitalisasi dapat memperbaiki kualitas sarana pendidikan sekaligus memperluas akses belajar yang lebih layak bagi siswa di daerah kepulauan.

“Program revitalisasi ini diharapkan membuat semua satuan pendidikan menjadi sekolah yang aman dan nyaman serta memiliki sarana dan prasarana yang memadai agar masyarakat bisa belajar dengan baik,” kata Nyanyang.

Di Batam, kebutuhan tambahan ruang belajar masih menjadi persoalan di sejumlah sekolah negeri. SMA Negeri 1 Batam, misalnya, masih menerapkan sistem belajar dua shift karena keterbatasan ruang kelas.

Pelaksana Harian Kepala SMA Negeri 1 Batam Hanafi mengatakan sekolahnya memiliki 42 rombongan belajar dengan total 1.852 siswa. Namun, sekolah itu baru memiliki 30 ruang kelas.

“Sekarang kami memiliki 30 ruang kelas dan masih dua shift pembelajaran. Melalui revitalisasi nanti akan ada pembangunan tiga ruang kelas baru dan rehabilitasi dua ruangan, sehingga pada 2026-2027 hanya ada satu shift pembelajaran,” ujar Hanafi.

Menurut dia, tambahan ruang kelas akan membantu proses belajar mengajar lebih efektif sekaligus meningkatkan kenyamanan siswa dan guru.

“Bantuan ini sangat bermanfaat agar sarana dan prasarana semakin mencukupi dan bisa meningkatkan kualitas lulusan. Harapannya dapat melahirkan pemimpin yang cerdas dan berkarakter,” katanya. ANTARA

Baca Juga: Pemprov Kepri Bangun 58 Kelas Baru, Prioritas Batam

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait