Senator Sekar Respaty Mendorong UMKM Melek AI

UMKM Kepri
Pelaku UMKM mengikuti pelatihan penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam program AIM ASEAN di Universitas Riau Kepulauan, Batam, Jumat (8/5/2026). Pelatihan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kapasitas digital dan daya saing usaha kecil di Kepulauan Riau. Foto: istimewa

Pelatihan AIM ASEAN di Batam mendorong pelaku usaha kecil memanfaatkan kecerdasan buatan untuk pemasaran dan efisiensi usaha.

BATAM (gokepri) — Ratusan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kepulauan Riau mulai diperkenalkan pada penggunaan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk mendukung pengembangan usaha mereka. Program AIM ASEAN bertajuk “Peningkatan Daya Saing UMKM Melalui Adopsi Teknologi AI” ditutup di Universitas Riau Kepulauan (Unrika), Batam, Jumat (8/5/2026).

Program yang berlangsung selama dua hari itu diikuti peserta dari berbagai sektor usaha, mulai dari kuliner hingga usaha kreatif. Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi literasi digital sekaligus praktik penggunaan AI bersama fasilitator lokal yang ditunjuk ASEAN Foundation dan KUMPUL Impact.

HBRL

Baca Juga: Pengawasan Dana Rp200 Triliun, Senator Sekar Tekankan Pemerataan Akses UMKM di Kepri

Peserta dilatih memanfaatkan AI untuk menyusun strategi promosi, menganalisis profil pelanggan, hingga meningkatkan efisiensi administrasi usaha. Sebagian besar peserta disebut baru pertama kali menggunakan platform AI secara langsung.

Anggota DPD RI dari daerah pemilihan Kepulauan Riau, Dwi Ajeng Sekar Respaty, mengatakan pelatihan tersebut menjadi upaya memperluas akses teknologi bagi pelaku usaha kecil agar tidak tertinggal dalam transformasi digital.

“Jika adopsi teknologi hanya dikuasai perusahaan bermodal besar, AI akan memperlebar jurang ketimpangan. Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya pemerataan akses teknologi,” kata Ajeng dalam penutupan kegiatan.

UMKM Kepri
Anggota DPD RI dari daerah pemilihan Kepulauan Riau, Dwi Ajeng Sekar Respaty. Foto: istimewa

Menurut Ajeng, pelaku usaha kecil, termasuk pemilik warung makan dan pelaku usaha kreatif di Batam, perlu memiliki kemampuan teknologi yang memadai agar dapat bertahan di tengah persaingan pasar yang semakin digital.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kepulauan Riau Riki Rionaldi menyatakan pemerintah daerah mendukung peningkatan kapasitas digital UMKM di wilayah tersebut. Menurut dia, posisi Batam yang berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia menuntut pelaku usaha lokal lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi.

“Produk UMKM Kepri harus mampu bersaing, termasuk di pasar internasional. Karena itu, penguasaan teknologi digital menjadi penting,” ujarnya.

Panitia mencatat sebanyak 84 persen peserta menilai teknologi AI berpotensi membantu pemasaran dan efisiensi operasional usaha setelah mengikuti pelatihan.

Salah satu peserta, Sri Wahyuti, pemilik usaha Telur Asin Ibu Uti di Batam, mengaku mulai memahami penggunaan AI untuk mendukung promosi produknya.

“Sekarang saya tahu foto produk bisa dibuat lebih menarik untuk memikat pembeli,” kata Sri.

Program AIM ASEAN merupakan inisiatif ASEAN Foundation bersama AVPN melalui AI Opportunity Fund: Asia Pacific dengan dukungan Google.org dan Asian Development Bank (ADB). Di Indonesia, program tersebut dijalankan KUMPUL Impact.

Baca Juga: Tiket Senayan Sekar Respaty

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait