Deklarasi Anies-Muhaimin Siang Ini di Hotel Majapahit Surabaya

Deklarasi Anies Muhaimin
Muhaimin Iskandar (kiri) dan Anies Baswedan berfoto usai menjadi pembicara dalam diskusi Forum Pemimpin Redaksi Indonesia (Forum Pemred) di Jakarta, 5 Agustus 2022. Foto: ANTARA/Galih Pradipta

Jakarta (gokepri) – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) akan mendeklarasikan pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar pada Sabtu siang 2 September 2023 di Surabaya, Jawa Timur.

Anies Baswedan, capres yang diusung oleh Koalisi Perubahan, dikabarkan akan hadir di acara yang digelar Jawa Timur, provinsi di mana pemilih Nahdhiyin mendominasi.

Dalam salinan surat undangan deklarasi, undangan yang disebar oleh PKB mencantumkan perihal “Undangan Deklarasi Capres dan Cawapres Pemilu 2024”.

HBRL

Baca Juga: Koalisi setelah Duet Anies-Muhaimin, Hengkang atau Bertahan?

Undangan itu mengatasnamakan Dewan Pengurus Wilayah PKB Provinsi Jawa Timur mengundang pengurus partai untuk menghadiri “Deklarasi Pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden (H. Anies Rasyid Baswedan, S.E., M.P.P., Ph.D – Dr. (HC) Drs. H. Abdul Muhaimin Iskandar M.Si) di Hotel Majapahit Surabaya hari Sabtu 2 September mulai pukul 14.00 hingga selesai.

Partai Kebangkitan Bangsa dipastikan akan menggelar acara deklarasi pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Anies R. Baswedan dan Muhaimin Iskandar di Hotel Majapahit, Surabaya, Jawa Timur.

Pemilihan tempat deklarasi di Surabaya, ibukota Jawa Timur, menjadi simbolik mengingat provinsi ini adalah sudah lama menjadi ‘daerah kekuasaan’ PKB.

Partai yang didirikan di kediaman Gus Dur yang ketika itu menjabat sebagai Ketua Umum PBNU pada 1998, sejak kelahirannya selalu berhasil merebut suara terbanyak di Jawa Timur, basis terbesar kaum Nahdliyin di Indonesia.

Deklarasi Anies-Cak Imin hari ini akan menjadi klimaks dari dinamika yang terjadi begitu cepat beberapa hari terakhir di jagad perpolitikan Tanah Air.

Kabar masuknya PKB dalam kelompok pengusung Anies Baswedan sebagai capres, pertama kali dilansir oleh Partai Demokrat, yang merasa dikhianati karena jagoan mereka Agus Harimurti Yudhoyono, yang diharapkan bisa menjadi cawapres pendamping Anies, tak jadi dipinang. Padahal, Anies sudah memberikan surat ‘pinangan’ itu pada AHY beberapa waktu sebelumnya meski tak kunjung diresmikan dan akhirnya berakhir pecah.

Partai Demokrat yang merasa dikhianati karena Anies tidak jadi memilih Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai cawapres akhirnya mengambil keputusan bulat untuk mencabut dukungan terhadap pencalonan Anies dan keluar dari Koalisi Perubahan yang tadinya digadang bersama Partai Nasdem dan Partai Keadilan Sosial.

Baca Juga: Menduetkan Anies-Muhaimin, PKB Terima Tawaran NasDem untuk Berkoalisi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait