Kinerja Lesu PURI, Ekspansi Terhalang Kendala Lahan dan Listrik Air

Kineja puri global sukses
RUPS PT Puri Global Sukses Tbk. (PURI) di Hotel Holiday Batam, Jumat 9 Juni 2023. Foto: gokepri/Engesti

Batam (gokepri) – Kinerja emiten properti asal Batam PT Puri Global Sukses Tbk. (PURI) lesu sepanjang kuartal pertama 2023. Tetap optimistis pendapatan meningkat, namun langkah ekspansi menghadapi sejumlah kendala.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Hotel Holiday Batam, Jumat 9 Juni 2023, PURI absen membagikan dividen tahun ini. PURI juga resmi mendapatkan persetujuan penggunaan laba bersih yang diperoleh tahun 2022 senilai Rp100 juta sebagai cadangan dan sisanya sebagai laba ditahan. Pada tahun buku 2022 lalu emiten pengembang properti asal Batam ini mengantongi laba bersih senilai Rp721,87 juta.

Selanjutnya agenda RUPS mendapatkan persetujuan atas Laporan Tahunan Perseroan dan pengesahan atas Laporan Keuangan Konsolidasian untuk tahun buku 2022 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Rama Wendra serta pengesahan Laporan pelaksanaan pengawasan Dewan Komisaris Perseroan selama tahun tersebut.

Lalu, PURI mendapatkan persetujuan penunjukan Kantor Akuntan Publik Independen yang akan mengaudit Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan tahun buku 2023, serta penetapan gaji dan tunjangan anggota Direksi Perseroan serta menetapkan remunerasi anggota Dewan Komisaris Perseroan untuk tahun buku 2023.

Sebagai informasi, pada akhir tahun 2022 lalu, Perseroan membukukan laba bersih Rp721,87 juta, anjlok 92,04% dibandingkan tahun sebelumnya Rp9,07 miliar. Tak hanya itu, PURI tercatat mengalami penurunan pendapatan sebesar 49,13% dari Rp63,30 miliar pada 2021 menjadi Rp32,20 miliar di 2022. Sementara itu laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat turun 85,83% menjadi Rp1,42 miliar dari Rp10,03 miliar.

“Perusahan tidak mengalami penurunan. Perusahan properti itu harus mengikuti ketentuan BSAK 72. Dimana suatu pendapatan baru bisa di akui apabila telah terjadi serah terima antara penjual dengan pembeli. Artinya sudah berpindah tangan. Sementra penjualan kota sudah terima tapi itu belum masuk kategori pendapatan. Jadi itu yang menyebabkan pendapatan itu turun,” papar Corporate Secretary PT PGS Tbk. Wiwi Herwiwati.

Pendapatan diperoleh secara mayoritas dari proyek perumahan seperti The Monde Residence, The Monde Signature, De Monde Bay, De Monde Junction, hingga Monde Raffle Residence.

PURI menjelaskan kontribusi penjualan di Permata Residence masih berada di kisaran 5% hingga 10% dari total revenue yang ada. Permata Residences merupakan proyek Apartemen 19 lantai, berjumlah 292 unit.

Per tanggal 31 Desember 2022, perkembangan penyelesaian proyek sudah mencapai 69,60% dan jumlah unit yang sudah terjual sebanyak 176 unit atau 60,27 %. Hingga kini, penjualan Permata Residence sudah mencapai kurang lebih 70% alias 936 unit.

Sementara itu, pada kuartal I 2023, kinerja PURI tercatat masih lesu. Pihaknya mencatat pendapatan Rp 808,10 juta dari Rp 10,79 miliar. Pendapatan ini didapatkan dari penjualan rumah saja. Pihaknya membukukan kerugian yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 2,68 miliar dari untung Rp 937,58 juta.

Wiwi mengurai perusahaan masih menghadapi beberapa kendala. Di antaranya adalah terbatasnya lahan untuk mengembangkan properti seperti pemukiman, perkantoran, dan pusat ritel, karena status lahan yang ada sebagian besar di Batam masuk dalam kawasan hutan lindung.

Tak hanya itu, masih sering terjadinya pemadaman listrik dan air secara bergilir, sehingga menyebabkan gangguan pada aktivitas proses pengerjaan proyek Perseroan.

Melihat hal tersebut, PURI masih optimistis tahun ini bisa mencatat kenaikan pendapatan sekitar 62,73%, dari Rp 32.20 miliar di tahun 2022 menjadi Rp 52,40 miliar tahun 2023.

PURI juga membidik pertumbuhan laba bersih sebesar 1.000% dari Rp 570 juta pada tahun 2022 menjadi Rp 8,95 miliar di akhir tahun 2023.

Peningkatan tersebut akan disokong dari penjualan sisa stock rumah dan ruko pada 2023. Tak hanya itu, aset Perseroan ditargetkan naik sebesar 29,90% dari Rp 316,73 miliar tahun 2022 menjadi Rp 411,44 miliar pada tahun 2023. Untuk memperkuat strategi mencapai target tersebut PURI menyiapkan capex senilai Rp 71,690 miliar.

Target ini didasari oleh proyeksi kenaikan aset yang belum diakui melalui pendapatan apartemen pada tahun 2023. Beban proyek terkumpul pada akun inventori dan pembayaran dari konsumen terkumpul pada akun uang muka pendapatan.

Baca Juga: PURI Rampungkan 6 Proyek di Batam, Dua Apartemen Digarap

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait