BATAM (gokepri) – Kementerian Agraria dan Tata Ruang menyerahkan sertifikat tanah untuk proyek Jembatan Batam-Bintan. Pembangunan jembatan penghubung Pulau Batam dan Pulau Bintan ini dinyatakan segera dimulai.
Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN) Raja Juli Antoni adalah pejabat yang menyerahkan 220 sertifikat tanah mulai dari sertifikat jembatan Batam-Bintan hingga tanah wakaf yang tersebar di Karimun, Kepulauan Riau, Rabu 8 Agustus 2023.
“Hari ini saya mewakili Pak Menteri Hadi Tjahjanto menyerahkan sertipikat tanah salah satunya jembatan. Insya Allah akan ada jembatan terpanjang di Karimun yang akan turut memajukan perekonomian nasional,” ujar Raja dalam keterangan tertulis, Rabu 8 Februari 2023.
Dengan begitu, proyek jembatan yang menghubungkan Pulau Batam dan Bintan, Kepulauan Riau segera dibangun. Proyek tersebut akan mulai konstruksi tahun ini dan ditargetkan beroperasi pada 2025.
Raja menjelaskan bahwa Pembangunan jembatan Batam-Bintan masuk dalam major project rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) 2020-2024, yang diperkirakan membentang hingga 14,75 km.
Raja menyebut, pemanfaatan tata ruang dengan membangun jembatan merupakan wujud dari keterpaduan pembangunan dalam wilayah kabupaten atau kota.
Selain itu, Raja juga menyerahkan sertifikat wakaf dan rumah ibadah yang terdiri dari masjid, gereja, kelenteng dan fasilitas umum lainnya.
“Sertifikat yang diserahkan menunjukkan adanya keseimbangan dari pembangunan ekonomi sekaligus kemanusiaan,” katanya.
Raja berharap sertifikat yang diserahkan dapat memberikan manfaat kepada masyarakat umum yakni kemakmuran bersama. “Semoga jembatan yang akan dibangun, sertifikat rumah ibadah, dan sertifikat fasilitas umum lainnya dapat bermanfaat untuk masyarakat umum,” ujar Raja.
Simak Video Fakta-Fakta Jembatan Batam-Bintan:
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Baca Juga: Proyek Jembatan Batam-Bintan Ditawarkan dengan Skema KPBU Tahun Ini
Penulis: Candra Gunawan








