NATUNA (gokepri) – Video seorang korban begal viral di Natuna, terutama grup-grup WhatsApp. Dalam video yang beredar, tampak seorang pria mengaku dibegal di wilayah Selat Lampa, Kecamatan Pulau Tiga, Kabupaten Natuna, Selasa 31 Januari 2023.
Video yang mengabarkan aksi begal di Natuna itu sontak menghebohkan warga Natuna dan menjadi perbincangan warga. Gokepri.com berusaha menelusuri kebenaran video tersebut.
Dari penelusuran didapat informasi bahwa pria tersebut adalah Bahul M Sani (65), warga Desa Setumuk, Kecamatan Pulau Tiga Barat, Kabupaten Natuna.
Saat dikonfirmasi melalui telepon Bahul membeberkan fakta terkait video yang beredar. Ia mengaku dirinya bukan korban pembegalan.
“Saya tidak dibegal, cuma saya dimintai uang,” kata Bahul melalui telepon.
Ia kemudian menuturkan kronologis kejadian. Peristiwa itu terjadi pada Selasa, 31 Januari 2023 pagi hari ini di Jalan Selat Lampa- Ranai, persisnya di wilayah perbukitan Selat Lampa.
Pagi itu Bahul dalam perjalanan kembali dari Ranai ke Pulau Tiga setelah ia menjual ikan asin di Ranai subuh hari.
“Setelah saya sampai di dekat warung yang di tekul (bukit) Selat Lampa itu tiba-tiba ada orang manggil saya, kemudian saya berhenti. Perkiraan saya orang itu memerlukan pertolongan, mungkin ada mengalami kerusakan kendaraan atau apa,” tuturnya.
Setelah ia menghentikan kendaraan roda duanya, ia dihampiri oleh tiga orang pria dan langsung meminta uang.
Ketiga pria itu Kemudian mengelilingi Bahul dengan formasi satu orang di sebelah kanan, seorang di sebelah kiri dan satu orang di belakangnya.
“Yang ngambil duit yang dibelakang saya. Dan yang dua kiri kanan itu memegang tangan saya,” sambungnya.
Ketiga orang pria tak dikenal itu berhasil mengambil uang dari Bahul sebanyak Rp950.000 hasil dari penjualan ikan asinnya.
“Dia ngambil uang dari dompet dan saku saya. Tapi syukurnya saya langsung bisa ngegas motor langsung lari ke Pelabuhan Selat Lampa,” jelasnya.
Setibanya di Pelabuhan Selat Lampa, Bahul kemudian disambut baik oleh orang-orang yang ada di pelabuhan karena kondisinya sedang ngos-ngosan menahan nafas ketakutan.
Diakuinya video yang beredar di WhatsApp itu dibuat oleh rekannya dan kemudian diedarkan di grup WhatsApp.
Bahul mengaku tidak berniat menghebohkan peristiwa yang menimpanya itu, tapi kawan-kawannya yang berinisiatif membuat video dan menginformasikannya kepada polisi.
“Itu yang buat video kawan saya Prancis, dia juga mengabarkan kepada Pak Polisi. Sebetulnya saya tidak mau gitu-gitu, tapi itu bagus juga agar masyarakat berhati-hati,” ujarnya.
Terkait pristiwa ini, Polres Natuna langsung melakukan respon cepatdengan menerjunkan personil dari Polres Natuna dan Polsek Bunguran Barat.
“Laporan Polisi (LP) belum ada. Cuma anggota sudah turun mendalaminya,” kata Kapolres Natuna, AKBP Nanang Budi Santosa melalui Kasi Humas Polres Natuna, AIPDA David Avriad melalui telepon.
Dikatakannya informasi yang beredar itu perlu didalami karena peristiwa itu masih sebatas informasi yang beredar di WhatsApp.
“Intinya anggota sedang di lapangan sekarang,” kata dia.
Baca Juga: Kasus Begal di Tanjungpinang Viral di Medsos, Ternyata Hoaks
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Penulis: Usman









