Kasus Begal di Tanjungpinang Viral di Medsos, Ternyata Hoaks

begal di tanjungpinang
Kapolsek Tanjungpinang Timur Akp Adam Yulizar Sasono melakukan konferensi pers pengungkapan kasus begal di Tanjungpinang yang viral di medsos tapi ternyata hoaks. Foto: Tribratanews.kepri.polri.go.id

TANJUNGPINANG (gokepri.com) – Beberapa hari lalu tepatnya pada 5 Januari 2023 berhembus informasi mengenai adanya begal di Tanjungpinang. Informasi itu bahkan viral di sejumlah media sosial.

Korban begal itu bahkan melaporkan kasus yang menimpanya kepada Polsek Tanjungpinang Timur. Pihak polsek terkait lalu menelusuri kasus tersebut, dan kemudian terungkap kasus tersebut ternyata hanya hoaks, hasil rekaan korban alias pelapor.

Hal itu dibeberkan Kapolsek Tanjungpinang Timur Akp Adam Yulizar Sasono dalam konferensi persnya pada Senin 9 Januari 2023.

HBRL

Adam menuturkan kronologis kejadian versi Rio Anwar Ibrahim, korban alias pelapor. Katanya pada Rabu 4 Januari 2023, Anwar sedang mengendarai sepeda motor dari Alfamart di KM 16 Bintan menuju rumahnya di Perumahan Griya Hang Tuah Permai, Kecamatan Tanjungpinang Timur, Kota Tanjungpinang.

“Berdasarkan pengakuannya, pelapor memakai tas berisi uang Rp7,2 juta,” kata Adam, dikutip dari laman Tribratanews.kepri.polri.go.id.

Sekira pukul 18.40 WIB ia melewati Jalan Ganet KM 14 Tanjungpinang, tiba-tiba dari arah berlawanan datang 2 laki-laki mengedarai sepeda motor Yamaha RX King hitam tanpa pelat kendaraan dan menggunakan mengenakan helm.

Sepeda motor tersebut memepet sepeda motor Rio dari arah kanan, sementar aitu laki-laki yang dibonceng membawa parang. Orang tersebut lalu menarik tali tas Rio dan memotong talinya menggunakan parang.

“Pelapor sempat melawan dengan menendang roda depan sepeda motor yang memepetnya, tapi begal tersebut mengayunkan parang kepadanya dan mengenai jaketnya,” kata Adam.

Rio berusaha mengejar sepeda motor tersebut, tapi ia melihat orang yang diboncengan mengambil senjata api dan mengarahkan senjata api itu ke atas. Rio pun ketakutan dan memilih untuk pulang kembali ke rumahnya.

Polisi lalu memeriksa Rio dan sempat melakukan rekonstruksi di TKP.

“Saat kami periksa orang tuanya, ternyata pelapor mengalami gangguan jiwa atau sering berhalusinasi,: kata Adam.

Bahkan ternyata Rio tidak pergi ke Alfamart seperti kronologi yang diceritakannya pada saat membuat laporan pengaduan.

Akhirnya Rio juga mengakui bahwa yang telah dilaporkan tersebut tidak benar atau hoaks.

Baca Juga: Buat Laporan Bohong Dibegal, Kini Jadi Tersangka

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Asrul Rahmawati

Pos terkait