Ekonomi Kepri tumbuh 7,52 persen pada triwulan III-2026. Pemerintah daerah mengejar target 8 persen.
BATAM (gokepri) – Pertumbuhan ekonomi Kepulauan Riau mencapai 7,52 persen pada triwulan III-2026. Industri pengolahan dan investasi menjadi penggerak utama. Pemerintah daerah mengejar target pertumbuhan 8 persen melalui investasi Rp86 triliun hingga akhir tahun.
Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri mencatat pertumbuhan tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada triwulan III-2025, ekonomi Kepri tumbuh 7,48 persen secara tahunan (year-on-year).
Pelaksana Tugas Kepala BPS Kepri Margaretha Ari Anggorowati menyampaikan, nilai produk domestik regional bruto (PDRB) Kepri mencapai Rp107,15 triliun berdasarkan harga berlaku. Sementara itu, PDRB berdasarkan harga konstan mencapai Rp59,86 triliun.
Baca Juga: Daya Beli Tertinggal di Tengah Pertumbuhan Ekonomi
Dari sisi lapangan usaha, industri pengolahan menjadi penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi Kepri. Sektor ini memberikan andil pertumbuhan sebesar 3,18 poin persentase.
Sektor konstruksi menyusul dengan kontribusi sebesar 1,25 poin persentase. Kedua sektor tersebut memperlihatkan kuatnya peran aktivitas industri dan pembangunan dalam perekonomian Kepri.
Dari sisi pengeluaran, investasi atau pembentukan modal tetap bruto (PMTB) memberikan andil pertumbuhan sebesar 2,38 poin persentase. Konsumsi rumah tangga menyumbang 1,60 poin persentase.
Selain tumbuh secara tahunan, ekonomi Kepri juga mencatat pertumbuhan sebesar 1,35 persen dibandingkan triwulan II-2026 (quarter-to-quarter).
Margaretha menyebut pertumbuhan triwulanan tersebut menjadi yang tertinggi di Pulau Sumatera. Kepri memberikan kontribusi sebesar 7,15 persen terhadap PDRB Sumatera.
Adapun data pertumbuhan ekonomi setiap kabupaten dan kota di Kepri akan BPS rilis pada Desember 2026.
Di tengah pertumbuhan ekonomi yang mencapai 7,52 persen, Pemerintah Provinsi Kepri masih mengejar target pertumbuhan 8 persen hingga akhir 2026. Target tersebut sejalan dengan sasaran pertumbuhan ekonomi nasional.
Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyebut investasi menjadi salah satu andalan untuk mencapai target tersebut. Pemerintah daerah menargetkan realisasi investasi sebesar Rp86 triliun sepanjang tahun ini.
Sejumlah proyek besar menjadi sasaran pengembangan investasi. Di Batam, pemerintah mendorong pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) melalui Badan Pengusahaan Batam.
Di Kabupaten Bintan, pemerintah menyiapkan rencana investasi kawasan industri petrokimia di Pulau Poto. Pengembangan industri baja di Pulau Numbing juga masuk dalam agenda investasi.
Sementara itu, pemerintah mendorong realisasi investasi KEK Thiansan di Kabupaten Lingga. Kawasan tersebut telah masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN).
Pemerintah juga mengembangkan industri rumput laut di Dabo Singkep, Kabupaten Lingga. Kawasan tersebut menargetkan pengembangan lahan hingga 5.000 hektare.
Investor lokal asal Jawa Barat mengelola pengembangan industri rumput laut tersebut.
Di Kabupaten Anambas, pengembangan industri rumput laut juga segera memasuki tahap pembibitan. Proyek tersebut menargetkan kapasitas penjualan mencapai 300.000 ton per tahun.
Ansar mengatakan pemerintah ingin menyebarkan investasi ke berbagai wilayah Kepri. Dengan begitu, pertumbuhan ekonomi tidak hanya terkonsentrasi di kawasan tertentu.
“Kami terus berupaya melakukan pemerataan investasi di seluruh wilayah Kepri agar pertumbuhan ekonomi dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat,” ujar Ansar.
Baca Juga: Ditopang Investasi, Pertumbuhan Ekonomi Kepri Kembali Tertinggi di Sumatera
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News







