KKP dan UMRAH bersinergi memperkuat program ekonomi biru. Kolaborasi meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
TANJUNGPINANG (gokepri) – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggandeng Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) guna memastikan kebijakan maritim tepat sasaran di Kepulauan Riau. Sinergi ini mengandalkan riset kampus untuk menyukseskan program Penangkapan Ikan Terukur (PIT) dan penyiapan lokasi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) 2027.
Dua program besar pemerintah pusat tersebut membutuhkan fondasi data yang kuat. Penangkapan Ikan Terukur, misalnya, merupakan aturan yang membatasi kuota tangkapan kapal agar stok ikan di laut tidak habis terkuras. Aturan ini butuh data akurat soal jumlah ikan dan kondisi ekosistem perairan.
Sementara itu, program Kampung Nelayan Merah Putih bertujuan mengubah wajah permukiman pesisir menjadi lebih maju dan mandiri secara ekonomi. Penetapan calon lokasi pada 2027 nanti menuntut pemetaan sosial yang cermat agar sesuai kebutuhan lokal.
Baca Juga: Rektor UMRAH Dorong Wisudawan Ciptakan Peluang Ekonomi Biru
Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP, Komjen Pol (Purn) Lotharia Latif, menilai kolaborasi dengan perguruan tinggi sangat krusial. Pemerintah mengandalkan akademisi untuk menyajikan data perikanan tangkap yang valid sebagai dasar pembuatan keputusan. “Sinergi ini memastikan penyiapan kampung nelayan terencana dan mempertimbangkan karakteristik wilayah,” ujar Lotharia di Tanjungpinang, Senin (26/10).
Ketersediaan informasi perikanan yang akurat dan solid menjadi syarat mutlak bagi KKP. Lewat data tersebut, pemerintah bisa mengelola sumber daya laut secara berkelanjutan tanpa merugikan nelayan kecil.
Dari sisi akademisi, UMRAH menyambut baik pelibatan institusi pendidikan dalam merumuskan arah kebijakan laut Indonesia. Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) UMRAH menjadikan momen ini sebagai wadah strategis menguji hasil sains mereka langsung di lapangan.
Dekan FIKP UMRAH, Dony Apdillah, melihat kesepakatan ini menjembatani jurang antara dunia akademik dan realitas masyarakat nelayan. Kampus tidak sekadar mencetak sarjana, tetapi ikut mengawal kemajuan warga lewat pendampingan program langsung. “Kami mendorong pemanfaatan ilmu pengetahuan untuk menjawab tantangan pembangunan perikanan,” kata Dony.
Sumbangsih kampus mencakup penyediaan data tangkapan dan survei lokasi permukiman. Melalui jalur pengabdian masyarakat, para akademisi turun tangan mengidentifikasi kebutuhan spesifik warga agar program pusat selaras dengan budaya dan kondisi alam Kepulauan Riau.
Baca Juga: Ekonomi Kepri Tumbuh Positif, Saatnya Perkuat Ekonomi Biru
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News







