Tambahan dana masuk dalam APBD Perubahan 2026. Bintan akan memperkuat layanan kesehatan, kebersihan, dan penanganan karhutla.
BINTAN (gokepri) — Kabupaten Bintan mendapat tambahan dana dari pemerintah pusat sebesar Rp26 miliar untuk tahun anggaran 2026. Tambahan anggaran tersebut memberi ruang bagi pemerintah daerah untuk menggerakkan kembali sejumlah program yang sempat tertunda akibat efisiensi anggaran.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bintan Ronny Kartika mengatakan tambahan tersebut terdiri atas Rp24 miliar dana Transfer ke Daerah (TKD) dari Kementerian Keuangan dan Rp2 miliar insentif fiskal dari Kementerian Dalam Negeri.
Baca Juga: Kemarau, Pasokan Air Bintan Masih Aman
Dari Rp24 miliar TKD tambahan, sebesar Rp16 miliar berupa Dana Alokasi Umum (DAU) yang peruntukannya khusus untuk pembayaran gaji aparatur sipil negara (ASN). Adapun Rp8 miliar lainnya berasal dari dana bagi hasil yang sebelumnya sempat tertunda pembayarannya.
Sementara itu, insentif fiskal Rp2 miliar diberikan setelah Bintan meraih dua penghargaan dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Sumatera.
Ronny mengatakan tambahan dana tersebut akan dimasukkan dalam APBD Perubahan 2026 dan telah dipetakan sesuai pos anggaran yang bersifat mandatori.
“Dana transfer pusat sangat membantu pemkab merealisasikan program-program yang sebelumnya sempat tertunda karena efisiensi anggaran,” kata Ronny di Bintan, Jumat (28/8/2026).
Sebagian anggaran akan diarahkan untuk memperkuat layanan dasar masyarakat. Pemerintah daerah menyiapkan alokasi untuk pelayanan kesehatan, kebersihan lingkungan, serta antisipasi kebakaran hutan dan lahan.
Bintan juga berencana memperkuat sarana pemadam kebakaran. Pemerintah daerah akan menambah armada yang dapat diperbantukan di sejumlah wilayah, termasuk kendaraan pemadam.
Pada sektor kebersihan, tambahan anggaran juga akan digunakan untuk menambah truk pengangkut sampah dan bak amrol. Penguatan sarana tersebut diarahkan untuk mendukung pelayanan persampahan di wilayah Bintan.
Ronny mengatakan pemerintah daerah tetap menjaga arus kas agar belanja berjalan sesuai kemampuan keuangan. Tim Anggaran Pendapatan Daerah terus memantau dan mengatur arus kas selama pelaksanaan APBD 2026.
Menurut dia, tambahan transfer dari pemerintah pusat turut memberi ruang bagi Bintan menjaga keberlanjutan belanja tanpa menambah beban utang.
“Sampai hari ini Bintan belum meminjam uang ke bank. Masuknya dana transfer dari pusat ke kas daerah sangat membantu sekali,” ujarnya. ANTARA
Baca Juga: Pemkab Bintan Suntik Rp9 Miliar ke Dua BUMD
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









