Kemarau, Pasokan Air Bintan Masih Aman

Waduk Sei Pulai jadi salah sumber air baku bagi warga Pulau Bintan, Provinsi Kepulauan Riau.
Waduk Sei Pulai jadi salah sumber air baku bagi warga Pulau Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). ANTARA/Ogen

Dua sumber air di Bintan masih beroperasi penuh selama kemarau. Waduk Kawal disiapkan memperkuat cadangan air.

BINTAN (gokepri) – Dua sumber air baku Perumda Tirta Kepri masih beroperasi penuh selama kemarau di Pulau Bintan. Namun, kebocoran pipa Waduk Sei Jago membatasi distribusi bagi 2.000 rumah tangga.

Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda) Tirta Kepri mengandalkan Waduk Gesek dan Sungai Pulai untuk menjaga pasokan air bersih bagi pelanggan di Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan.

Baca Juga: Sumur Bor Jadi Jalan Warga Toapaya Selatan Mendapat Air Bersih

Direktur Utama Perumda Tirta Kepri Abdul Kholik Fajdawani mengatakan ketinggian air di Waduk Gesek masih lebih dari 1,6 meter. Adapun ketinggian air Sungai Pulai berada di atas 1,9 meter.

Kedua sumber tersebut masih mampu beroperasi selama 24 jam untuk menyuplai air bersih kepada warga. Kondisi itu membuat pasokan air Pulau Bintan tetap terjaga meski kemarau berlangsung sejak Juli hingga Agustus 2026.

Namun, ketahanan pasokan belum sepenuhnya merata. Waduk Sei Jago masih terkendala kebocoran pipa sehingga kapasitas operasionalnya terbatas.

“Sebanyak 2.000 rumah tangga terdampak pembatasan penyaluran air,” kata Kholik di Tanjungpinang, Rabu, 26 Agustus 2026.

Pembatasan tersebut membuat distribusi air kepada pelanggan terdampak berkurang dari 24 jam menjadi 12 jam. Perbaikan kebocoran Waduk Sei Jago berada dalam penanganan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera IV Batam.

Bp batam banner link sep 2027

Proses perbaikan itu diperkirakan masih berlangsung hingga 2027. Karena itu, Perumda Tirta Kepri berharap pekerjaan tersebut segera tuntas agar kapasitas sumber air kembali optimal.

Di sisi lain, Perumda menyiapkan Waduk Kawal sebagai penopang kebutuhan air Pulau Bintan. Waduk tersebut terutama diarahkan untuk memperluas pasokan bagi warga yang belum menikmati sambungan air baku.

Waduk Kawal diproyeksikan mampu menyuplai 250 liter air per detik. Kapasitas itu akan diperkuat dengan penambahan jaringan pipa sepanjang 4,5 kilometer oleh BWS Sumatera IV Batam.

“Target kami, 2027 sudah rampung dan bisa beroperasi maksimal,” ujar Kholik.

Persiapan sumber air tambahan menjadi penting karena kebutuhan air bersih tetap harus dipenuhi ketika curah hujan menurun. Namun, Perumda menilai kondisi kemarau tahun ini masih memungkinkan pasokan dari sumber utama bertahan.

Berdasarkan koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), periode Hari Tanpa Hujan (HTH) di Pulau Bintan diperkirakan tidak sepanjang awal 2026.

Kholik memperkirakan Agustus menjadi puncak kemarau sebelum hujan kembali turun pada September 2026. Perkiraan itu menjadi salah satu dasar optimisme perusahaan terhadap kecukupan sumber air baku.

“Mudah-mudahan Agustus jadi puncak kemarau, dan hujan mulai turun pada September 2026,” katanya.

Meski pasokan masih tersedia, Perumda meminta masyarakat mengurangi penggunaan air yang tidak perlu selama kemarau. Warga juga diingatkan memastikan keran tertutup rapat ketika tidak digunakan.

Imbauan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga ketersediaan air selama periode kering. Penghematan diperlukan agar cadangan sumber air tetap terjaga hingga curah hujan kembali meningkat. ANTARA

Baca Juga: Perbaikan Pipa di Batamindo, Suplai Air Akan Terganggu di Sejumlah Area

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait